Jelang Final Liga Champions

            Setelah menyelesaikan ceremonial di Old Trafford hari minggu kemarin, Manchester United bersiap-siap untuk menghadapi Barcelona di partai puncak liga Champions di Wembley Stadium hari minggu pagi besuk waktu Indonesia Barat.
Sehingga Manchester United menunda untuk melakukan arakan keliling kota dan lebih untuk berjuang memenangi liga Champions lalu menyandingkan dengan Piala Barclays untuk diarak keliling kota Manchester.
            Di pertandingan partai puncak liga Champions, Manchester United lebih diuntungkan karena tampil di stadion Wembley yang terletak di Inggris yang jelas-jelas di negara Manchester United berkuasa di Barclays Liga Inggris. Akan tetapi, Manchester United tidak boleh jumawa karena Barcelona adalah lawan yang tangguh dan lebih jelasnya pernah mengalahkan Manchester United di Final liga Champions tahun 2009.
            Manchester United pun telah menyiapkan strategi untuk meredam serangan skuad Barcelona. Ferguson akan lebih mefokuskan anak asuhnya untuk lebih menjaga pergerakan Messi, Iniesta, dan Xavi karena sentral serangan Barcelona terletak di trio Barca tersebut. Akan tetapi Manchester United tidak boleh melupakan pemain yang lain, karena masih ada Villa dan Pedro di lini depan.
            Menurut informasi, Ferguson sudah menyiapkan Park Ji Sung untuk menghentikan Messi dan di suruh untuk terus berlari menjaga Messi. Karena pemain dari Korsel tersebut mempunyai stamina dan speed yang di atas rata-rata. Sehingga di siapkan oleh Fergie untuk menjaga Messi dan membuat serangan Barcelona buntu.
            Ferguson sangat berharap anak asuhnya untuk bermain menyerang dan pantang menyerah sehingga bisa merebut piala Champions untuk ke empat kalinya. Sedang untuk pemain senior, Ryan Giggs berharap dapat memenangi partai puncak tersebut sehingga bisa langsung untuk memutuskan gantung sepatu mengikuti Edwin Van Der Sar yang sudah pasti pensiun di musim depan. Tetapi jika Manchester United gagal mengalahkan Barcelona di partai puncak, Giggs akan memutuskan akan tetap bermain bagi klubnya tersebut untuk mengejar gelar sebanyak-banyaknya.

Glory Glory Manchester United

Kemenangan atas Chelsea pada tanggal 08/05/2011 yang lalu membuat jalan Manchester United ke tangga juara semakin ringan. Dan itu terbukti setelah bermain imbang dengan Blackburn memastikan gelar ke 19 Manchester United di liga Inggris sekaligus melewati rekor pengoleksi gelar terbanyak liga inggris.
Di pertandingan terakhir, Manchester United tinggal menghadapi Blackpool sekaligus pertandingan untuk merayakan gelar juara liga Inggris.
Akan tetapi, perjuangan Manchester United belum selesai sampai di sini. Karena di kejuaraan Eropa mereka harus menghadapi Barcelona dan memastikan gelar ke 4 Liga Champions sekaligus membalas dendam di final 2009.
Dan Ferguson akan tetap menyuruh anak asuhannya bermain semaksimal mungkin demi gelar liga Champions tersebut. Karena Ferguson sendiri sangan lapar akan gelar Eropa.
Akan tetapi, skuad Manchester United boleh jumawa terlebih dahulu untuk merayakan gelar ke 19 liga Inggris, karena sebelumnya Barcelona telah merayakan gelar juara mereka Minggu malam kemarin.
Meski sudah membuat rekor baru, tetapi Ferguson belum memikirkan untuk pensiun menukangi Manchester United. Karena dia sendiri masih berhasrat untuk membawa Manchester United meraih gelar sebanyak mungkin.

Glory Glory Manchester United.


(sumber foto : http://catatanbola.wordpress.com/category/bolavaganza/)

Ke Final Lagi, Fergie Cuma Kalah dari Trapattoni

Kesuksesan Manchester United maju ke final Liga Champions ini berimbas positif kepada manajernya, Sir Alex Ferguson. Ia kini sudah enam kali mengantar timnya ke final kompetisi papan atas Eropa.

MU memastikan tiket final Liga Champions musim ini usai menyisihkan Schalke di semifinal. Usai menang 2-0 di leg I, 'Setan Merah' memantapkannya dengan hasil 4-1 di leg II.

Dengan keunggulan agregat 6-1, yang juga sebuah rekor baru di semifinal Liga Champions, MU kini akan menghadapi Barcelona di partai puncak yang akan digelar di Stadion Wembley.

Untuk Fergie sendiri, ini disebut situs data Infostrada Sports sebagai kali keenam ia mampu membawa timnya ke final tiga kompetisi papan atas Eropa: Piala Champions/Liga Champions, Piala Winners yang kini sudah tak ada lagi, dan Fairs Cup/UEFA Cup/Liga Europa.

Saat menukangi Aberdeen, Fergie pernah mempersembahkan gelar juara Piala Winners tahun 1982-83. Ini adalah final pertamanya di Eropa.

Setelah itu si pria Skotlandia lantas mengantar MU menjadi jawara Piala Winners 1990-91 dalam penampilan keduanya di final Eropa.

Ia kemudian membawa MU ke final Liga Champions sebelum ini, yakni pada musim 1998-99 dan 2007-08, dan kembali jadi juara. Setelah itu Fergie kembali mengantar MU ke final Liga Champions 2008-09, saat kalah dari Barcelona, satu-satunya kekalahan Fergie di final.

Dengan demikian musim ini menjadi kali keempat Fergie mengantar MU ke final Liga Champions. Partai final kali ini sekaligus menjadi yang keenam untuknya.

Artinya Fergie kini menjadi pelatih kedua dalam sejarah yang mampu membawa timnya ke lebih dari lima partai final di tiga kompetisi papan atas Eropa. Ia melewati Miguel Munoz, Ernst Happel, Johan Cruijff, Udo Lattek, Raymond Goethals, Sven-Göran Eriksson dan Marcello Lippi, yang kesemuanya memiliki lima torehan.

Rekor terbanyak sendiri masih dimiliki oleh pelatih asal Italia Giovanni Trapattoni, yang sudah membawa timnya ke tujuh partai final.


 
(sumber foto : http://dewo-footballmanager.blogspot.com/2011/02/alexander-chapman-ferguson.html)