Galau Mengalihkan Segalanya

             Memang saat ini penyakit galau belum bisa hilang dari benak para kawula muda, terlebih pada para ABABIL yang sering galau dan risau. Tapi untuk saat ini aku akan menceritakan tetang temanku sendiri yang mengalami betapa beratnya penyakit galau *melebihi sakit giginya*.

            Untuk tema kali ini, temenku Fano menjadi bahan tulisanku dan kegalauan kali ini. Biasanya sih dia malahan yang sering garapi temennya dengan mengejek “mesti lagi galau yo??” itu kata-kata yang sering terucap dari mulutnya. Sejenak pun aku berfikir, apa iya dia mengejek temannya hanya untuk menutupi kegalauannya? Bisa jadi bisa enggak, hanya dia yang tau jawabannya *buat fano, mohon dijawab*.
            Tapi untuk season kali ini sepertinya galaunya amat parah, bisa diistilahkan kalo penyakit ini sudah komplikasi segala penyakit. Ya mungkin dimasukan diruangan ICU dan memerlukan segala alat yang mendukung untuk tidak terjadi segala kemungkinan yang tidak diinginkan *malah cerita medis*. Kembali ke cerita fano, ini sebetulnya cerita awalnya aku juga tidak tahu menahu. Aku tahu setelah mendengar cerita dari hegmi kalo fano galau, karena di twitter nya sungguh sangat mengenaskan. Dan ini kejadian sepertinya sudah hampir seminggulah, tapi aku dengar berita kalo dia galau ya baru kamis kemarin.

Apa Yang Jadi Biang Kemacetan??

          Memang kemajuan di dunia sekarang amatlah pesat, kayak kemajuan penyakit korupsi di bangsa kita saat ini. Semua ini karena dampak dari era globalisasi didunia saat ini yang memang segala kemajuan berkembang.

         Akan tetapi saat ini aku tidak membahas tentang kemajuan didunia, melainkan dampak segala kemajuan yang terjadi di kota Yogyakarta. Kenapa aku membahas Yogyakarta *Tanya sendiri sana sama rumput yang berdendang* ini dikarenakan aku tinggal dikota istimewa ini dan kesehariannya juga memang berinteraksi dengan segala kegiatan yang terjadi.
            Dan disini aku bercerita *meskipun sedikit agak curhat* tentang segala keramaian dan kemacetan di Yogya saat ini. Bahkan aku heran, ini Jogja apa Jakarta gitu lo. Sering terjadi kemacetan dimana-mana. Dan akupun sering mengalami ketika berangkat kuliah ataupun pergi kemana gitulah. Mungkin aku yang salah ambil jam kuliah, kenapa? Karena aku masuk kuliah aja jam setengah 8 *dijadwal sih jam 7*, dan ketika berangkat aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah bahkan para guru atau pegawai. Karena saking sama-sama buru-buru, dan lampu merah yang berjalan dengan sangat lama sehingga menyebabkan kemacetan disekitar lampu lalu lintas.

Fenomena Di Perpustakaan

           Sebetulnya ini sebuah pertanyaan yang aku pengen tanyakan pada waktu talkshow kemarin sabtu difakultas. Tapi pertanyaan baru timbul ketika season Tanya jawab selesai (telat mikir sih, ngapain aja kamu), yaitu tentang segala aturan dan kebijakan diperpustakaan pusat dikampus tempat ku menimba ilmu saat ini.
            Memang awalnya aku tidak sengaja melihat tapi aku mikir aja, apa iya aku salah masuk gedung ya?? Ini perpustakaan apa warnet aku mikirnya. Ini terjadi dilantai 2 layanan referensi, kan diruangan tersebut banyak computer opac. Nah mestinya computer tersebut digunakan untuk opac dalam pencarian koleksi atau buku. Tetapi pada saat itu fungsi komputer opac berubah menjadi alat untuk membuka jejaring social (ini perpus woy bukan warnet).

Fenomena Pada Diri Cewek

       Aku tu aneh dengan para cewek, kenapa?? Ya pasti ketika mau diajak jalan ataupun makan ketika ditawari pasti jawabnya “serah atau ngikut” (aku mikir, jangan2 masuk jurang mau ni anak). Kenapa semua-semua harus yang cowok, kalo mengutarakan cinta pun harus yang cowok. Katanya udah jaman emansipasi wanita, tapi semua harus yang cowok ya.
            Misalnya aja, udah dijemput mau pergi gitu. Trus sambil jalan “mau makan dimana ni??”, “serah kamu aja” ato ketika mau maen “maen kemana enaknya??” , “ngikut kamu aja”. Wah lama-lama cewek itu ngikut cowok, ujung-ujungnya cowok deh yang kudu mikir ekstra keras buat mikirin tujuan kemana. . .
            Apa iya ketika cewek gitu ya, pergi sendirian naek motor ato mobil (kalo dia punya mobil) kehabisan bensin dan pergi ke SPBU. Ketika mas ato mbak yang di SPBU bilang “berapa liter mbak??”, “serah mas-nya aja” (kalo petugasnya cowok). Ntar kalo di isi full dan habis 50 ribu (ini ngisi motor) ato habis 200ribu (ini ngisi tangki mobil), ntar Cuma bisa ngomel-ngomel karena habis banyak (ya salah sendiri, kenapa Cuma serah aja).

Perpustakaan SMA NEGERI 1 PRAMBANAN

SEJARAH BERDIRI
            Berdirinya Perpustakaan SMA N 1 PRAMBANAN bersamaan dengan berdirinya Sekolah SMA N 1 PRAMBANAN .
Yaitu pada tanggal 22 November 1985, dan tanggal 22 November bulan depan tepat seperempat abad berdirinya perpustakaan dan sekolah SMA N 1 PRAMBANAN .
KONDISI
            Perpustakaan sudah memiliki ruangan sendiri . Kondisi perpustakaan sudah cukup baik . Buku buku yang disediakan pun sudah cukup memadai untuk  di gunakan siswa dalam belajar . Hanya kenyamanan dalam fasilitas perlu di perhatikan lagi .
SDM
           Pegawai tetap perpustakaan ada 3 orang . Latar belakang pendidikan perpustakaan yang diterima oleh pegawai itu sendiri melalui belajar dari buku ataupun mendapatkan pelatihan dan seminar .
KOLEKSI BUKU
Koleksi Buku di perpustakaan SMA N 1 PRAMBANAN , meliputi buku :
1.               - Buku Paket Untuk Pelajaran
2.                -  Kamus – kamus
3.                -  Buku fiksi
4.               - Buku non Fiksi
5.               - Contoh Proposal – Proposal
Tambahannya berupa Koran dan Majalah.
KO

Kemajuan Teknologi Informasi Sama Dengan Kemajuan Perpustakaan

Tema Makalah : Pemberdayaan Perpustakaan Di Era Globalisasi

          Di jaman modern dan serba canggih saat ini, banyak suatu organisasi atau lembaga memanfaatkannya dengan adanya perkembangan teknologi informasi, seperti halnya perpustakaan. Sekarang perpustakaan sudah banyak dipenuhi teknologi informasi guna mengembangkan perpustakaan tersebut. Dalam rangka pengembangan perpustakaan tersebut, peran teknologi informasi sangat dibutuhkan. Dengan pemanfaatan teknologi informasi, pengguna bisa mendapatkan layanan yang cepat dengan jangkauan layanan yang lebih luas serta mutu yang lebih baik.
Di era globalisasi ini, perpustakaan tentu tidak ingin ketinggalan jaman dan tentu ingin seperti lembaga lain yang sudah mengikuti kemajuan teknologi informasi. Perpustakaan tentu tidak ingin jumlah pengunjungnya menjadi sedikit dan suasana jadi sepi dikarenakan perpustakaan tersebut ketinggalan jaman. Jadi bagaimanapun juga, perpustakaan harus bisa memanfaatkan atau setidaknya mengimbangi dengan kemajuan teknologi informasi di era globalisasi saat ini tidak lain hanya untuk menarik pengunjung. Bisa dilihat, pengunjung akan lebih tertarik mengunjungi dan meminjam koleksi di perpustakaan yang sudah maju dan berkembang dengan adanya teknologi informasi dibandingkan dengan perpustakaan yang biasa saja dan sarana prasarana yang apa adanya.