Masa SD Itu…

           Banyak yang bilang masa SD itu adalah dimana masa untuk bisa bersenang-senang dan melakukan hal yang diluar kebiasaan (nyuri jambu tetangga, main bola sampe mecahin kaca jendela dan masih banyak lagi). Semua hal itu muncul begitu saja, mungkin karena ajakan teman yang lain atau saling berkompromi untuk melakukan hal apa.
          Dan di masa SD ku itu, wah sungguh penuh dengan kejutan. Kalau aku ceritakan mungkin dalam 3hari 3malam tidak akan kelar, bukan karena saking banyaknya cerita tapi saking sulitnya diriku untuk mengingat masa di 8-10 tahun yang lalu. Dan aku disini akan bercerita yang aku ingat saja, mungkin dalam cerita saat ini akan kelihatan aneh dan misterius.
          Di masa SD dulu, kan anak-anak berusia 10-12 tahun itu biasa ngeyel dan lagi demen-demennya naik sepeda. Nah aku ingat dulu punya sepeda yang sekarang entah dimana keberadaannya ya semoga dia baik-baik saja. Ceritanya dulu aku sedang sakit dan gak masuk sekolah, nah tumben-tumbennya bapak itu gak masuk kerja *gak tau, libur atau bolos* disaat bapak lagi didepan rumah gak tau ngurusin apalah waktu itu. Disaat kesempatan itu aku kabur naik sepeda jagoanku dulu lewat pintu samping rumah, nah setelah keliling desa dengan perasaan gak punya dosa akhirnya dari kejauhan ada bapak-bapak manggil nama ku dengan samar-samar
‘aliiitttt!!!’
Jeger
Mampus aku ketahuan bapak!!

Sebuah Penemuan

      Emang tidak ada habisnya sebuah cerita dikampus, ada-ada saja yang bisa bermunculan. Entah hal menarik ataupun hal galau-galau *bolehlah mellow-melow* yang memang bisa terjadi tanpa disengaja (memangnya film pake diskenario segala).
          Kejadian yang sungguh bikin timeline twitter penuh kali ini, ketika kuliah jam 3 tadi yang secara sengaja 2kelas dijadikan 1. Bisa dibayangin setiap kelas ada sekitar 30 orang, kalo 2kelas digabung paling gak ada sekitar 60 orang dikelas belum termasuk dosennya (ya tinggal ditambah 1 doang aja susahnya apa). Yang ada dikelas itu tidak focus kuliah, pada ngobrol dengan teman disampingnya, mainan hape, atau bahkan mainan laptop sambil wifi.an. tapi yang lebih menyedihkan itu, kelas tersebut layaknya sebuah kapal dan yang sebentar lagi hampir karam *jadi buat yang berlebihan bisa menahan nafas selama 5menit saja, hehehe piss* bahkan bisa melebihi tenggelamnya kapal titanic *lebay deh*.
          Akan tetapi diselang perkuliahan berlangsung, ada kejadian yang sedikit membuat heboh. Diawal-awal kuliah dosen meminta tugas untuk dikumpulkan, tetapi agak berapa lama setelah hal tersebut berlangsung ada seonggok hegmi yang kaget dan heboh ternyata tugasnya belum dikumpul. Aku tidak lupa dengan apa yang dia omongin pada saat itu, ini kata-katanya ‘bajig*r, tugasku belum dikumpul ternyata!! Anjrit!!’ seketika teman yang disamping-sampingnya dan aku berada didepan sebelah kiri juga mendengar hal tersebut langsung reflek pada ngeluarin benda-benda tajam, rita yang ngeluarin samurai, ocik ngeluarin kampak, as’ad ngeluarin pedang, aku ngeluarin gergaji dan dosennya ngeluarin pisau daging lalu bersiap menguliti si hegmi. Tiba-tiba terdengar sirine ambulans dan mobil polisi dari kejauhan untuk menghindari hal yang lebih buruk lagi.

Balada Tugas Kampus

           Sudah biasa sih banyak tugas kalo sebagai mahasiswa itu, biasanya tugas ini belum kelar sudah dikasih tugas lagi. Bisa mungkin tugas itu 3 kali sehari *itu minum obat atau ngerjain tugas*. Tapi ada tugas biasanya bisa terselesaikan dengan lancar selancar jalan tol, tapi buat tugas yang kemarin yang deadlinenya hari ini sepertinya amat sulit dan misterius *semisterius bulu ketek Patrick*. Ya jelas tugas ini penuh dengan huruf arab, memang untuk tugas yang awal bisa aku selesaikan akan tetapi untuk yang kali ini serasa sulit dan rumit *gak mudeng*.
          Kemarin ketika jam kuliah pertama ternyata kosong, akhirnya aku meminta triyanto untuk membantu mengerjakan tugasku diperpust yang akhirnya bachtiar dan bayu pun ngekor dibelakang menuju perpust. Sesampai diperpust, bukannya aku langsung nyari buku buat tugas tapi malah buka laptop trus hotspotan *isi yang ada diotakmu apa sih? Dasar begog*. Akhirnya setelah beberapa lama berdiskusi dengan laptop, aku pun mulai mengerjakan tugas tersebut. Dan ternyata eh ternyata tugas ini amat rumit, bahkan triyanto pun harus pake acara amnesia segala. Aku pun nyoba nyari-nyasi bahan sendiri, bahkan sampai mata mau copot, otak mau degradasi tetap aja bahan buat tugas tidak ketemu-ketemu *hey susah amat sih nyari dirimu*. Sampai akhirnya datang teman yang lain seperti enggar, toni, fazul dan fano tetapi ada juga para cewek yang tentu pasti ada anak buahnya fano (baca:trio macan) karena disini fano sebagai manager mereka (trio macan) trus ada juga A2 (niru-niru T2) dan yang terakhir Trio kwek-kwek (baca: amalia, nurul, rere).
          Setelah sedikit agak malas, aku pun meninggalkan buku-buku tadi berserakan diatas meja dengan penuh kesengsaraan karena saling bertumpukan soalnya aku tadi ngambil buku langsung 10 sekaligus. Coba kalo belanja ditoko buku seperti itu, paling gak aku udah habis budget 250ribu.an sekali ketoko buku. Aku pun keliling-keliling ruangan perpust yang pastinya dilantai 2, dan ternyata aku dicegat oleh seonggok orang yang habis galau (salah satu personil trio macan. Baca:tika). Kan aku itu paparazi dunia SN (Sosial Network), jadi yang pasang status *twitter atau fb* aku biasanya baca dan tau tapi kebanyakan Cuma ditwitter kalo difb udah jarang. Nah pas aku lagi online-online, ternyata tika pasang tweet yang bernada galau dan pasti saat ngetweet itu ada air terjun yang sangat deras *tapi itu Cuma prakiraan cuaca saja*. Dan aku sindir waktu akan kuliah otomasi yang kosong kemarin, trus dia kaget kok aku bisa tau ya langsung aku jawab “gak tau paparazi twitter po??” lalu aku langsung kabur aja ke perpust.

Pasar = mall

         Akhir-akhir ini aku seperti kehilangan ide untuk menulis cerita diblog, entah karena saking sibuknya atau malesnya buat mencerna segala kejadian yang ada. Dan bahkan sedikit kekonyolan pun sulit untuk aku cerna menjadi sebuah cerita.
          Dan akhirnya aku bercerita yang mungkin tidak ada sebuah kekonyolan, akan tetapi hanya sebuah perbandingan saja. Tetapi seperti bukan perbandingan sih, tetapi hanya beda tipis doang antara pasar dengan mall.
          Mungkin segelintir orang-orang pasar dengan mall itu jauh beda, bisa dilihat dari segi lokasi dan insfratrukturnya. Mall itu identik dengan bangunan berlantai 3 atau 4 yang mewah, terdapat ruko-ruko yang menjual segala bentuk barang dengan harga yang lumayan wah tetapi kalau pasar, pasar itu kebanyakan hanya berlantai 1 saja terus ruko-ruko hanya sedikit dan kebanyakan hanya pedagang berjualan diemperan.

Hari Jumat Yang Jarang Aku Temui

        Hari Jumat kali ini memang berbeda dengan biasanya, ya karena aku libur kuliah katanya cuti bersama gitulah tapi itu bagi para pegawai dan (mungkin) para mahasiswa universitas negeri. Jadi yang biasanya aku jumatan didekat kampus atau didekat kost temenku, tapi hari ini aku jumatan didesa tempat biasa ketika lagi dirumah.
          Pulang jumatan pun aku putuskan untuk tidur siang, bahkan aku terkaget dan tersentak seperti mendapat mimpi. Mungkin aku ngelindur, aku kira aku belum sholat jumat dan bangun dengan kaget. Jelaslah aku kaget, gak sholat jumat 3kali aja sudah disebut orang kafir mamen.
          Setelah bangun dari tidur siang, tepatnya waktu adzan Ashar. Karena sehabis Ashar ada kegiatan kerja bakti dirumah tetangga *suruh nurunin genteng dari atap rumah* soalnya mau ada pengajian sama dangdutan *sekalian aja adain pasar malem ya*. Setelah semua kerjaaan kelar, seperti biasa tuan rumah menyuguhi minuman dan snack lalu tiba-tiba nongollah makanan penutup. Tapi disinilah letak kesalahannya, entah saking lapernya atau saking doyannya semua yang ikut kerja bakti langsung makan saja. Yang pada akhirnya, semua mulut anak-anak termasuk aku kepanasan dan mungkin melepuh *es mana es??*. ya  inilah resikonya, memang hidup itu pilihan maka dari itu harus memilih gak makan tetapi resikonya kelaparan tapi makan ya resikonya kepanasan tadi. Tapi ya udahlah, semua itu harus disyukuri *melepuh melepuh dah*.

Perjalanan untuk Misi Menjenguk Bayu Andi

         Disore hari kemarin setelah perkuliahan dikampus selesai, kelompok BAKPIA yang hanya sebagian karena masih ada yang kuliah *sepertinya begitu*. Perjalanan aman-aman saja untuk sementara, akan tetapi saat misi membeli buah terjadi suatu keganjalan. Saat si nana dan siapa kemarin yang bernegoisasi harga buah, dan setelah selesai menentukan harga lalu kami akan meneruskan misi perjalanan ke rumah bayu andi tiba-tiba nongol petugas parkir dengan santainya.
          “Ini mana panitianya” Tanya petugas parkir
Enteng banget ini petugas parkir, lawong jelas motor ada penumpangnya dan tidak pada turun dari motor sedang dia dengan enaknya minta “jatah” parker Rp 500 per motor.
Aku lalu mencari kereta yang lewat untuk ngelindes badannya tukang parkir itu, tetapi berhubung tidak ada kereta lewat situ akhirnya aku urungkan niatku tadi.
          Akhirnya datang penyelamat, dialah seorang pedagang buah tadi yang menyuruh untuk terus meneruskan misi perjalanan dan menghindarkan dari tukang parkir yang galau tadi *bener gak ya dia galau*.

Di Dzalimi Adikku Yang Berusia 5 Tahun

            Ini perhatian bagi siapapun, entah orang tua atau siapapun yang mempunyai anak kecil yang berusia 5 tahun yang sukanya nonton spongebob. Ini kejadian yang aku alami tadi siang, benar2 di dzalimi aku tadi sama adik ku keponakan yang berumur 5 tahun *anaknya mbakku*.
          Niat pertama sih aku mau pergi nganter uang ketempat mas ku *anaknya pakdhe*, tapi berhubung adikku tadi lagi rewel karena aksinya dia megang panci yang abis buat masak *mlepuh mlepuh deh tangan mu*. Akhirnya aku ngajak dia, ya biar diem aja gak nangis lagi. Aku Cuma nawarin beli bakso doang, tapi yang terjadi adalah??
          Pertama, setelah sampai dirumah mas ku dan memberikan uangnya lalu menuruti janji ke adikku tadi membelikan bakso. Akhirnya kewarung bakso yang dipilih oleh dia, awalnya sih aman2 saja. Pesanan bakso datang juga, lah disini kejanggalan terjadi belum juga adikku habis makan baksonya dia bilang ke aku.