Piknik BakpiA Penutup Semester 3


Baru saja tadi malam piknik Bakpia disemester 3 ini selesai, sungguh perjalanan yang cukup lama dan tanpa halangan sedikitpun. Dan mungkin juga disemester depan (semester 4-red) Bakpia akan melaksanakan piknik lagi, dan tentu untuk masalah tempat akan dirundingkan lagi diwaktu yang akan datang.
            Semua ini dilakukan tentu dengan tujuan agar kebersamaan kelas tetap terjaga, ya karena sewaktu kuliah dalam memilih kelas disama semuanya meskipun masih ada yang satu kelas akan tetapi ada juga dari kelas lain.
            Maka dari itu, dengan diadakannya piknik ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan kekompakkan. Ya meskipun yang ikut tidaklah semuanya, akan tetapi tentu mereka yang tidak ikut memiliki alasan atau hal yang tidak bisa ditinggalkan.
            Untuk piknik kali ini, tujuan wisata Bakpia menuju di Baturraden dan Pantai Ayah. Untuk tempat yang kedua, sebetulnya diawal di Jatijajar akan tetapi mempertimbangkan waktu dan lokasi akhirnya dipilih pantai Ayah.
            Untuk masalah waktu pun, Bakpia harus ngumpul jam setengah 5 (petani aja belum siap-siap) karena pertimbangan jarak yang jauh dan waktu. Meskipun awalnya diusahakan untuk berangkat jam 5 tepat, akhirnya molor 30 menit. Dan untungnya sampai di Baturraden tidak terlalu siang, sekitar jam 10.30 sudah mencapai lokasi. Untungnya lagi, selama perjalanan tidak ada yang mabuk padahal sebelumnya ada yang takut mabuk. Ada juga yang parah dan hal ini menimpa aku, apa aku tidur baru 15 menit sandalku yang sebelah kiri hilang coba. Entah niat ini orang apa kalau suka kenapa tidak semuanya, kayak dimasjid aja nuker atau ngambil sandal.
            Setelah sampai dilokasi wisata dan sudah masuk, dan memang yang sudah dipikirkan akan terjadi semua anak berbaris menyesuaikan posisi untuk narsis didepan kamera. Setiap berpindah tempat pun tidak pernah lepas dari narsis. Dan ditempat ini sering terjadi kekonyolan, kayak anak ke orang tua ketika si anak minta dibeliin makanan/mainan atau minta sesuatu. Misal contohnya aja, anak : “papa, naik kereta papa naik kereta”, papa : “papa belum gajian nak, besuk kalo udah gajian”. Ada juga, anak : “papa, beli sate papa beli sate”, papa : “hayo, papa jewer entar telinganya kalo nakal”. Masih banyak lagi ekpresinya dan tidak hanya ada yang jadi papa tapi yang jadi emak pun ada juga. Kalau yang papa belum gajian tadi si Toni, Kalo yang mau jewer itu si Andi dan kalo si emaknya itu Hegmi kan pantes kayak emak-emak (hahahaha).
            Setelah beberapa lama di Baturraden dan abis sholat dzuhur, akhirnya BakpiA meneruskan perjalanan menuju ke toko oleh-oleh dahulu sebelum ke pantai Ayah. Dan yang punya banyak duit pun langsung ambil ini itu tapi kalo yang lagi tipis, mikir-mikir dulu mau ambil yang mana. Dan disini aku dan Triyanto bikin heboh, kenapa tidak kami belanja satu keranjang (dikira KW malahan). Jadi belanjaan oleh-oleh kami jadi satu keranjang, tetapi bayar sendiri-sendiri.
            Dompet menipis, beli oleh-oleh usai. Akhirnya bus berangkat menuju pantai Ayah, meski diperjalanan terus menerus diguyur hujan tetapi itu tidak menyurutkan semangat perjalanan. Sesampainya dipantai Ayah, kami memutuskan untuk sholat Ashar dulu sebelum memulai permainan, permainan ini ide dari Nana (kayaknya). Setelah itu permainan akhirnya dimulai, dan permainan ini cukup sederhana tetapi sulit dilakukan (mendingan ngerjain ujian daripada jawab ini permainan kayaknya). Dan untuk nama permainannya menuliskan nama panggilan lalu diberikan ke orang yang lain tetapi tanpa sang pemilik tahu siapa yang bawa kertas yang ada namanya, lalu orang yang membawa nama sang pemilik diharuskan menuliskan nama julukan dan kelebihan orang tersebut.
            Nah disini, aku sudah was-was dengan kelebihan dan julukan dari orang yang bawa kertas ada namaku. Untuk julukannya ada 2 versi, yang pertama item manis (tiba-tiba semut menggerogoti tubuhku yang kering kerontang) dan yang kedua??agh gak perlu aku sebutin, gak enak yang kedua. Untuk kelebihan lumayan keren abis, entah ini yang menuliskan jujur atau Cuma asal doank. Katanya aku humoris (tiba-tiba aku langsung daftar standup comedy) dan yang lain tak usah aku sebutin, ntar dikira aku gimana-gimana (yang gak suka dengan tulisanku kali ini). Dan untuk yang lain, biarlah mereka sendiri yang menyadari (banyak banget kalo aku tulis semua).
            Permainan pun usai, lalu kami memutuskan untuk narsis-narsis lagi. Didepan pantai, didepan bus dan ada pula yang menulis-nulis dipantai (itu jijik). Akhirnya azdan maghrib berkumandang, kami memutuskan sholat dulu lalu baru meneruskan perjalanan. Diperjalanan pun aku, andi, toni, fazul dan pakdhe juna hanya tidur (karena kami duduk dibelakang semua) dan yang paling gak mengenakkan lama-lama duduk membuat pan*at panas (gila dibawah kursi ada kompor kali). Akan tetapi sebelum aku, andi dan toni tidur, kami sempet gojek-gojek dengan ngomong kayak anak alay gitulah dan bahkan nyanyi-nyanyi sama 7icons IPI A.
            Dan pada akhirnya Bakpia sampai dijogja pukul 11 lebih sedikit, semua orang terlihat capek dan letih. Akan tetapi itu semua terbalaskan dengan perjalanan selama piknik kemaren. Dan semoga hal ini tetap berlangsung dan awet. Amin....

HIDUP IPI A

Kegaduhan Menjelang Ujian Akan Berlangsung


            Layaknya anak sekolah, bahkan kayak anak-anak SD yang baru masuk tahun ajaran baru. Belum jam dimulai, sudah pada antri didepan ruangan untuk memilih tempat duduk dan bahkan rela berangkat lebih awal kayak yang anak SD ditipi-tipi berangkat kesekolah aja subuh-subuh.
            Dan memang inilah kenyataannya yang terjadi dikampus, ketika akan ujian padahal waktu masih panjang pada berebut kursi bahkan rela lari-lari. Mungkin beda dengan kampus yang lain, ketika ujian tempat duduk mahasiswa sudah ditentukan oleh pihak fakultas tetapi beda lagi kalo dikampus ku. Semua mahasiswa berhak memilih sendiri kursinya untuk menghadapi ujian.
            Ya karena itu banyak yang berebut kursi, bahkan ada yang nitip kursi pada temannya yang dekat. Kenapa semua ini terjadi? Ya karena kebanyakan motto mereka ketika ujian “posisi duduk menentukan prestasi”.
Aku sendiri juga tidak tahu, apakah biar bisa saling contek atau beban duduk didepan dengan dibelakang itu berbeda.
            Dan kembali ke kegaduhan tadi, misalnya yang terjadi pada siang hari kemarin ketika akan ujian. Yang kelas A sudah menunggu didepan ruangan karena ruangan sedang digunakan oleh jurusan lain jadi yang jurusan IPI harus mengantri. Dan disini permasalahannya, yang kelas A ternyata secara mendadak ruangannya harus dipindah. Gak tau juga kenapa dan apa alasannya ruangan dipindah secara mendadak (resiko dengan fakultas kecil dan ruangan yang minim).
            Pada saat itu, ketika mendapat berita ruangannya dipindah secara otomatis pada bubar dengan sendirinya dan langsung menuju keruangan yang dipindah. Akan tetapi ketika menuju keruangan yang dipindah, ternyata ee ternyata salah alamat. Entah info dari mana kok bisa salah alamat. Dan parahnya lagi, yang mendapat info yang asli malah duluan menuju ruang pindahan tanpa memberitahu dan secara otomatis yang salah alamat tadi langsung lari-lari menuju ruangan yang asli.
            Aku sejenak juga berpikir, ini kayak berburu apa saja ya. Kayak ada sumbangan beras gratis pada orang miskin, atau ada artis idola yang datang dan membuat heboh. Aku sendiri juga gak tau (padahal aku juga ikut lari-lari). Tapi ya mungkin karena motto yang awal tadi, “posisi duduk menetukan prestasi” memang aneh tapi itulah kenyataannya.
           
EDISI SUKSES UAS

Kekompakkan Yang Harus Diawetkan


         Mungkin dari kelas IPI angkatan 2010, kelas IPI A atau yang biasa dikenal BAKPIA-lah yang kompak dalam belajar bareng. Dan forum itu biasa disebut SI BAKPIA (Sinau Bareng Komunitas IPI A) yang sering dilaksanakan dimasjid, ya mungkin banyak yang menyebut forum ini berlawanan dengan komunitas IPI sendiri (anti sebut merk).
            Akan tetapi semua hal itu tidak bermaksud untuk menandingi forum lain, akan tetapi itu terjalin karena saling keterbiasaan berkomunikasi. Jadi enak kalau saling bertanya dan menjawab, pasti taulah kalau berkomunikasi dengan yang jarang bertemu pastilah akan canggung dan malu (kecuali orang yang gak tau malu dan bawel).
            Jadi kalau orang mau berkata apa biarlah, semua ini dilakukan juga bersih tanpa ada unsur melawan ataupun menyaingi. Dan forum ini terbuka untuk kalangan siapapun, baik yang mau menjadi pengisi ataupun yang ikut menyimak.
            Kembali di forum BAKPIA tadi, forum ini masih tetap terjalin sampai saat ini. Ya karena saat ini dalam edisi sukses UAS. Jadi tentang belajar bareng bahkan mengerjakan tugas bareng tetap dilakukan. Meskipun kegiatan itu tidak harus dengan serius menghadapinya, akan tetapi juga diselingi dengan canda dan guyonan (meski aku juga jadi bahannya, gak kasihan sama gue?!).
            Misalnya untuk tadi sore aja, aku kira tadi tidak hanya belajar bareng tetapi juga mengerjakan tugas UAS bareng. Selain itu tadi juga mengerjakan kisi-kisi UAS yang buat ujian besuk pagi (semoga tidak ada dosen ku yang membaca tulisan ini, semoga!!). dan anehnya lagi kayaknya tadi itu juga kegiatan makan bareng, ya karena tadi itu banyak yang pesen makanan (kayak dihotel gitulah) dan yang jadi korban membeli makanan itu si toni dan fano. Ya mereka mau aja (soalnya ini orang juga kelaparan). Kegiatan ini termasuk memborosi kantong juga (meski aku gak ikut bayar, tapi ikut icip2), tapi enak juga ya bisa icip-icip yang beli batagor, yang beli cimol, yang beli gorengan, atau yang beli pangsit.
            Tidak itu juga, forum ini juga diselingi gojekkan. Dan parahnya lagi, yang nulis ini juga kena tau gak!! Heran gue, emang aku ini item banget apa ya?? Aku ini coklat, bukan item (membela diri). Kalian gak kasihan sama gue??
Ya meski terus dijadikan bahan gojekkan, tetapi aku juga gak mau kalah lah. Mending pulang aku kalo gak bisa membalas. Enggar sama Fano itu yang sering aku balas, kalo enggar ngejek aku langsung aku balas kalo dia mirip badak atau truk tronton. Ya karena badannya paling gemuk diantara semua cowok IPI A, dan buat fano aku balasnya ada cahaya yang sangat silau gitu. Kenapa aku ngejek guitu?? Ya katanya Enggar dia itu mirip kipli, pasti tau kan kipli itu gimana anaknya!! Akan tetapi, Toni juga tidak ketinggalan buat ikut ngejek aku juga tapi aku juga tidak akan lari begitu saja. aku balas mengejek mereka dengan 2 angka saja, cukup 89 saja maka dia akan diam. Kenapa aku mengejek dengan angka begitu?? Dia itu kelahiran tahun 1989 man, paling tua dia (selain Padhe Juna). Harusnya dia itu pantesnya nikah aja, udah tua gitu rambut juga udah ada yang putih gitu (kayaknya). Akan tetapi masih ada juga si Triyanto, sulit buat ku untuk membalasnya karena gak ada bahan buat dia itu paling-paling Cuma tak kerjain aja dia buat membalas.
            Ya semua itu hanya untuk gojekkan saja, ya meski kadang jengkel juga aku tapi biarlah semua aku anggap Cuma justkidd. Asalkan tidak diluar batas aja ngejeknya, semua orang kan tentu ada batas kesabaran.
Dan untuk BAKPIA, semoga tetap awet dan berjalan sampai kita lulus bareng-bareng..amin!! dan dengan adanya SI BAKPIA, edisi lancar kuliah dan ujian bisa berhasil tentu semua harus didukung dengan kekompakkan bersama.

HIDUP BAKPIA

Menyalahi Kamar Kost Yang Tak Berpenghuni

         Layaknya menerima tamu ketika dirumah, seharusnya jika ada teman datang bertamu dikost temannya sendiri dengan selayaknya pemilik kost tentunya harus tetap ada dikost ketika para tamu (temannya) masih ada dikostnya.
            Akan tetapi, hal ini serasa berbeda ketika hari Rabu kemarin sore tepatnya. Ketika para Setan IPI A mengerjakan tugas Stat*st*k, dan bahkan sampai adzan sholat Isyak. Akan tetapi setelah sholat Maghrib, pemilik kost si Tifano Cute malah pergi entah berkelana ke sebuah pulau antah berantah yang sepi dan tak berpenghuni dengan naik elangnya atau entah pergi kemana (ngambang ke laut mungkin).
            Dan bahkan dia pergi ketika aku, triyanto, bayu dan toni masih sibuk dan menguras keringat untuk menrampungkan tugas tadi. Dan akhirnya sisa soal yang belum selesai dibawa pulang dan diketik oleh si toni.
            Adzan Isyak pun berkumandang, dan kami ber-4 pun memutuskan untuk pulang. Disinilah timbul niat untuk menghancurkan sebuah kamar yang ditinggal penghuninya, entah awalnya mulai dari mana. Akan tetapi semua terjadi begitu saja ketika triyanto berkata “kamare disalahi po piye??”, dengan respon cepat aku, bayu dan toni dengan cepat mencari property dikamar fano yang bisa dipakai. Dimulai dari bayu dengan menaruh sepatu didinding yang mestinya tempat untuk menaruh kaca dan kacanya pun aku pindah digantungan pakaian. Lalu masuklah haris dengan santainya, dan apa yang terjadi? Dia malah ikut mencari property, dan sasaran itu pada tempat sampah dengan dipindah tempat di meja yang biasanya untuk menaruh buku.


             
              Dan disinilah puncak kejahilannya, entah usul dari siapa akan tetapi kami bersama membuat pocong-pocongan yang endingnya pocong ini berubah menjadi gaul. Gimana tidak gaul pocong memakai kacamata hitam, celana basket, dan tanda pengenal dengan fotonya. Pocongnya dibikin dari guling yang dibungkus pake selimut (sebetulnya mau memakai sprei) dan bagian kepala dengan tas kresek putih yang digambari wajah, setelah selesai mendesain tidak lama kemudian datang juga si Hohok (teman kostnya Fano) yang ikut menjahili kamarnya fano. Bahkan muncul juga Enggar, dan dia yang buat kita kaget karena dia datang dengan suara yang seram dan ekspresi yang sedang kelaparan. Ucapannyalah yang buat kami terkejut “hayo, do ngopo kuwi??”, tetapi dia langsung menuju kamarnya. Tidak lama dia muncul lagi, dan apa yang dia bawa? Dia bawa kacamata yang endingnya dipakein di pocong tadi. Tidak berhenti disitu, bahkan muncul menyalahi sebuah dispenser dan kipas angin. Semuanya dipakein baju yang biasanya dipakai sama fano.



         Ya semoga hal ini tidak menjadi sebuah dendam dan kemarahan, akan tetapi hargailah orang yang sedang bertamu atau setidaknya ditempati untuk mengerjakan tugas. Ya bukannya ada niat menjahili dari awal, akan tetapi spontanitas saja, untung kami-kami ini orang yang baik coba kalau kami jahat kamar bisa kosong tidak berisi. Ya semua ini buat pelajaran saja, bukan untuk dilanjutkan dalam hal menjahili (meski masih berjalan dengan enjoynya)

Hidup Kejahilan Di Awal Tahun 2012

Orang Miskin Terabaikan, Kenapa??!!

            Banyak orang terlantar, miskin, dan kurang mampu. Bisa diistilahkan sebagai banyaknya ikan-ikan dilautan bebas, yang sulit terhitung jumlahnya. Dan orang-orang itu untuk saat ini masih TERABAIKAN!!

            Terkadang dengan semua yang telah kita miliki di dunia ini serasa masih kurang saja, ya karena kita mahkluk sosial yang sering kali masih belum merasa puas dengan kondisi kita. Akan tetapi, apakah kita bisa merasakan orang-orang yang ada diluar sana yang terlantar dan terabaikan.
            Harusnya kita syukuri dengan semua yang telah kita miliki dan kita capai, memang kita sering menginginkan ini itu tapi penuhlah kesadaran bahwa orang-orang miskin dan tidak mampu sangat memerlukan sebuah uluran tangan. Dan alangkah baiknya kita yang sudah tercukupi bisa membantu dan menolong “tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah”.
            Bisa kita cermati pula, banyak anak-anak yang harus mencari sebuah nafkah untuk hanya sesuap nasi. Tetapi mereka harusnya bisa menikmati segala progam pendidikan disekolah, merekalah para generasi penerus bangsa ini. Kalau bukan mereka siapa lagi??
Orang-orang yang banyak pengalaman dan sudah uzur?? Tentu mereka memerlukan regenerasi, memerlukan pengganti. Ataukah orang yang mampu trus meneruskan generasi yang harus diganti?? Mereka belum tentu mampu. Maka dari itu, anak-anak dari keluarga miskin itu harusnya sekolah dan pemerintah yang harus peka dalam menyelesaikan permasalahan ini.
            Hidup didunia memang harus memerlukan sebuah uang, akan tetapi uang itu bukanlah segalanya didunia ini. Jadi belum tentu orang-orang yang mempunyai uang dan harta lebih itu lebih baik, mereka bisa semua bisa saja terbuai dan terjerumus ke segala hal yang sangat merugikan entah dalam hal apakah itu.
            Kembali ke persoalan tentang orang miskin tadi, harusnya pemerintah bisa lebih jeli dan respon dengan semua hal ini. Merekalah yang harusnya lebih peka dalam memperhatikan dan memelihara para orang yang terlantar ini. Akan tetapi yang terjadi dilapangan, pemerintah belum peka dalam hal ini dan masih banyak orang-orang yang terlantar bahkan mengemis dipinggir-pinggir jalan.
            Ya semoga kedepannya, dan diawal tahun ini dari pihak pemerintah bisa lebih peka dalm memperhatikan orang miskin dan terlantar. amin
Sekian. . . .

Rentan Galau

        Heran juga dengan skema sifat remaja di Indonesia saat ini, terutama di tahun kemarin (2011-red). Bahkan semua ini sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, sebuah fenomena yang membuat semua remaja menjadi rentan galau. Tidak dengan yang cowok maupun yang cewek.
            Banyak sekali yang terjadi di kalangan remaja, entah yang sudah berpacaran atau yang lagi pdkt. Semua bisa hadir dari mana saja dan kapanpun itu.
            Misalnya saja yang lagi pdkt, sang cowok yang sudah ngerasa suka dan punya hati langsung mengutarakan perasaannya. Akan tetapi disinilah yang membuat para cowok menjadi rentan galau. Biasanya sang cewek akan berpikir-pikir dulu untuk menerima atau menolak pinangan dari cowok yang mengutarakan perasaannya. Pasti cewek akan menjawab untuk pikir-pikir dulu dan sang cowok di suruh menunggu jawaban dari cewek (kalo mau aja). Ini penyebab cowok jadi rentan galau, gimana tidak cowok disuruh nunggu seolah pakaian yang digantung berhari-hari. Tapi masih mending pakaian hanya berhari-hari, tapi kalo yang masalah cinta ini bisa 1 bulan 2 bulan bahkan 3 bulan lamanya buat menunggu sebuah jawaban.
            Bisa dipikir aja, pakaian digantung berhari-hari saja bisa kusut dan rusak coba gimana kalo yang digantung itu hati dan perasaan?? Bisa buat rentan galau seorang cowok.
            Tapi berbeda lagi kalo sang cewek yang duluan mengutarakan perasaannya, dan dia juga disuruh menunggu sebuah jawaban tersebut. Anehnya disini, kebanyakaan cowok yang mengharap sebuah kepastian tetapi ada juga seorang cewek yang mengharapkan itu (emansipasi cewek).
            Bisa disebut cewek tersebut adalah wanita yang aneh. Memang aneh benernya, biasanya cewek yang sok jual mahal dan gengsi buat nglakuin hal dalam berasmara. Akan tetapi dia malah yang mengharap dan menunggu sebuah jawaban.
            Maka dari itu, di jaman saat ini entah cowok atau cewek itu kayaknya sama saja. semuanya bisa mengalami kerentanan galau yang saat ini sudah menjamur di kalangan remaja Indonesia. Yang terpenting janganlah sampai hilang harga diri saja kawan, masa gara-gara rentan galau sebuah harga diri kita punah begitu saja.
            Akan tetapi, janganlah dijadikan kegalauan itu sebagai penyakit atau membuat strees bagi diri kita sendiri. Kita jalani semua ini dengan semangat dan enjoy, karena semua ini hanya sepenggal proses dalam kita menjalani kehidupan di dunia ini...

Ini Ceritaku, Apa Ceritamu??

         Sekilas orang akan aneh dan terheran-heran dengan kejadian ini yang terjadi di rumah ku istanaku. Semua berawal mungkin karena bapakku yang sudah agak tua (ya sudah 52tahun) jadi lupa dengan hal sepele akan tetapi bisa berakibat fatal, bahkan sangat fatal.
            Dulu itu, aku lupa waktu kejadian tanggal dan hari apa lupa pokoknya intinya malam hari gitulah. Bapak yang pulang dari tahlilan dan beliau saat berangkat tahlilan mengendarai sepeda motor, saat pulang dan kayaknya sudah sekitar jam 10an malam bapak memang saat berangkat sudah antisipasi membawa kunci pintu depan sehingga saat yang ada dirumah sudah terlelap semua beliau tidak perlu mengobrak-abrik yang lagi tidur. Begitu bapak sampai didepan garasi (garasi rumahku ada disebelah utara, jadi pintu depan harus berjalan ke barat lagi), motor tetap didepan garasi dan bapak berjalan menuju pintu depan. Setelah masuk kedalam rumah dan mengunci pintu depan, bukannya memasukan motor terlebih dahulu bapak malah masuk kekamar ganti pakaian dan langsung tidur begitu saja.
            Entah bapak tidak ingat atau karena kecapekan (begitu lihat kasur langsung lelap), jadi langsung tidur saja. Akan tetapi celakanya, motor masih diluar dan untuk lebih parahnya lagi kunci kontak motor pun masih ada dimotor. Bisa diibaratkan, memberikan sebuah berkah kepada maling kalau kayak gitu. Heran, sungguh heran!!
            Masih ada juga kejadian yang bisa membuat celaka, tetapi berbeda ceritanya. Bahkan bapak lagi yang terlibat akan tetapi kalau yang sekarang aku pun diikutkan. Semua berawal ketika bapak keluar rumah, lewat pintu depan dan saat itu aku pun ada diruang tamu (pintu depan itu masuk menuju ruang tamu). Ketika bapak masuk kedalam lagi, bapak langsung masuk saja tanpa mengunci pintu sama sekali dan langsung nylonong masuk kedalam saja  dan lebih parahnya lagi, aku pun tidak tahu kalau itu pintu belum dikunci sama sekali dan lebih parahnya tidak ada yang mengecek pintu lagi sampai pada tidur semua.
            Endingnya, ibu yang bangun tidur paling awal mengecek pintu dan berniat mematikan lampu diteras depan yang tentunya melewati ruang tamu. Bisa ditebak begitu kagetnya ibu sampai mengecek semua isi rumah, akan tetapi bukannya anaknya yang dicek dicuri maling atau tidak malah laptop, tivi, motor dan peralatan lainnya yang dicek.
            Sore harinya, ibu hanya bisa menyindir “siapa yang terakhir buka pintu depan?”, ya jelas aku ngaku kalau bapak yang terakhir. Akan tetapi bapak malah nyalahin aku tidak mau ngecek pintu sudah dikunci belum. Mungkin bisa disimpulin, bapak ingin aku yang ngunci pintu akan tetapi bapak tidak bilang kepada ku sehingga semuanya jadi miscomunication (jadi komunikasi antar orang tua dan anak sangat penting). Jadi semua ini bisa diambil hikmahnya dan bisa menjadi pelajaran semuanya agar tidak punya penyakit sindrom LUPA!!