ALLAH TIDAK MENGIJINKAN AKU KENA DIABETES

Ketemu lagi deh di tulisan blog ku kali ini, ya baru lanjut nulis setelah kemarin ngelarin ujian PPL dulu biar segala urusan beres dulu. Tapi sebetulnya ini juga belum beres sih karena harus ngeprint laporan dan nglengkapin lampirannya sebelum ditandatangani dan dijilid kayak skripsi gitu lah.
Oke masuk ke tema kali ini, mungkin bagi yang Cuma baca judulnya sekilas kemungkinan yang baca tulisan ku ini berpikiran kalau aku sedang kena penyakit atau apalah yang berhubungan dengan sakit yang ada pada judul tulisan itu. Tapi sebenarnya tidak sih, itu ibaratnya hanya sebuah istilah saja untuk mengungkapkan kejadian yang pernah aku alami saja ya terutama yang (sempat) berbau manis-manis gitulah.
Ya judul Allah tidak mengijinkan aku kena diabetes, berarti aku tidak diijinkan untuk berhubungan dengan yang manis-manis. Sebetulnya manis-manis disini bukan tentang gula atau makanan tapi tentang seseorang yang sempat membuat aku berpikir ini mungkin yang aku cari. Karena setelah dulu sempat deket-deket dengan cewek yang notabene luar Jogja kali ini orang tersebut orang Jogja *sesuai dengan amanat babe* dan selain itu aku sebetulnya suka dengan cewek yang kalau sedang kuliah atau kegiatan apa yang harus berhubungan dengan memakai sepatu dan cewek tersebut juga memakai kaos kaki. Entah kenapa suka dengan cewek yang selalu makai kaos kaki, mungkin terlihat lebih rapi dan pastinya kaki tentu gak belang. Tapi sebetulnya cewek yang ini dulu tidak pernah memakai kaos kaki dan entah pas nyoba deketin malah pas dia lagi “naik daun” makai kaos kaki *alasan yang tepat untuk dideketin*. Dan aku pun juga sempat berpikir, apakah ini yang akan membuat kopi ku tidak pahit lagi? Tanpa aku ngasihin gula di kopi ku, kopi akan jadi terasa manis?

Tapi kenyataannya tidak seperti itu saat ini, selama sebulanan komunikasi yang sebetulnya diawal agak normal, ya biasa-biasa saja tapi lama-kelamaan yang sudah memasuki sebulan sangat jelas terlihat aku seperti ngobrol dengan “TEMBOK” ya tembok, kenapa bisa tembok? Kalian pasti juga tahu kan tembok itu datar dan lurus? Ya seperti itulah bahasa sms nya, ketika aku ngetik panjang lebar hampir 150 karakter dibalas hanya 3 karakter. Bahkan semacam obrolan itu seperti lagi tes wawancara, aku yang nanya dan dia yang jawab begitu terus aku tidak tahu apa maksdunya. Jadi sempat juga dikirimin gambar temen ku via bbm yang isinya ada percakapan Tanya-jawab itu dan ada sebuah pesan “kenapa kita mengharapkan seseorang yang tidak mengharapkan kita? Itu hanya membuang waktu kita saja”.
Ya setelah curhat sana sini dengan temanku, mungkin yang kita harapkan itu lebih mengharapkan orang lain. Ya dia tidak salah, dan kita juga tidak salah dalam posisi itu karena di awal mereka tidak ngomong terus terang dan yang kita tahu mereka itu kan jomblo. Ya mungkin kita salah karena diwaktu yang tidak tepat karena disaat mereka sudah dekat dengan orang lain. Ya dengan begitu kita juga harus mundur saja karena percuma mengharapkan tapi kalau tidak diharapkan, mau ngapain coba kalau dilanjutkan? Mau jadi selingkuhan PDKT? Kagak ada istilah kayak gitu! Bentar yak, aku tak bikin kopi dulu…
Baru kelar bikin kopi nih, padahal udah dari tadi bikinnya tapi berhubung laptopku lagi dipakai adek ku jadi yo tak tinggal dulu. Oke lanjut cerita tadi, tapi agak lupa nih lanjut ke bagian mana.
Jadi intinya untuk yang saat ini, yang awalnya aku harapkan bisa jadi pemanis di kopi ku tapi ternyata “belum” bisa. Mungkin dia terlalu manis untuk kopi ku, sehingga Allah belum mengijinkan aku untuk kena diabetes. Karena diabetes itu penyakit terlalu banyak gula, jadi jangan banyak makan atau minum yang manis-manis. Mungkin itu dulu tulisan ku kali ini, bye bye…


0 Response to "ALLAH TIDAK MENGIJINKAN AKU KENA DIABETES"

Posting Komentar