Kenapa Cowok Itu Harus dituntut Bisa Peka?



          Mulai rajin lagi nih diriku buat lanjutin nulis di blog, iseng-isenglah biar blog ku kelihatan kotorlah dengan adanya tulisan-tulisan ku yang entah isinya tentang apa yang kagak jelas kayak gini. Dan sebetulnya isi tulisan kali ini mau aku tulis beberapa hari kemarin tapi berhubung waktu yang kagak sempet dan ternyata badanku yang kembali drop sehingga baru terelasasi sekarang ini dan saat ini pun belum fit 100%.
          Sedikit curhat aja, sebetulnya aku juga berniat membuat tulisan tentang DODOLAN BAKPIA yang dilaksanakan kemarin itu tapi karena berhubung aku drop itu terpaksa aku tidak ikut kan sehingga mau buat tulisan pun juga percuma karena alur cerita perjalanan DODOLAN kemarin kayak gimana juga kagak mudeng. Masa iya aku harus wawancara semacam kayak penelitian terus aku tuangkan dalam tulisan ini yang ada malah aku mau nulis sebuah sejarah sebuah perjalanan. Kan awal mula visi misi blog ku ini tulisan yang didalamnya sebuah cerita yang aku ketahui dan aku alami juga.
          Udah-udah malah semakin ngaco ntar ceritanya, masuk ke judul aja deh sekarang. Oke judul tulisan kali ini, berhubung aku sebagai seorang cowok dan tentunya cowok-cowok lain diluar sana pasti pernah ngerasain hal kayak gini. Setiap cowok itu harus dituntuk untuk bisa peka apa yang diinginkan oleh pasangannya. Untuk sampai saat ini pun aku belum menemukan sebuah jawaban kenapa seorang cowok harus bisa peka terhadap semua hal entah apa yang dipengen pasangannya atau yang sedang dialami pasangannya.

          Sering sekali seornag cowok dituntut untuk bisa mengerti apa yang sedang dipikirkan pasangannya, misal saja cewek sedang ngambek atau badmood dan dalam hal seperti ini seorang cowok harus bisa menebak atau mengira-ngira apa yang membuat cewek seperti itu. Ini semacam kita seorang cowok harus bisa menjadi seorang mentalist macam Deddy Corbuzier yang bisa melihat apa yang dipikirkan seseorang. Tapi kesalahannya kita ini bukan Deddy Corbuzier ataupun pesulap mentalist, seorang cowok itu hanya seorang manusia biasa yang punya kekurangan yang tentu harus mendapat jawaban kenapa cewek itu bisa ngambek atau badmood.
          Coba deh kalau seorang cewek itu bisa mengungkapkan kesalahan seorang cowok itu apa selayaknya polisi menilang pelanggar lalu lintas. Ya semacam percakapan seperti ini…
          Polisi: selamat siang pak
          Pelanggar (cowok): selamat siang pak
          Polisi: anda tahu pak kesalahan anda?
          Pelanggar (cowok): memang kesalahan saya apa pak?
          Polisi: anda melewati jalan berlalu lintas tanpa menggunakan helm pak
Ya meskipun seorang cewek itu bukan polisi, tapi paling enggak bisa jujur mengungkapkan kesalahan cowok atau apa yang membuatnya badmood. Dan setidaknya cowok bisa memahami dan bisa melakukan apa yang harus dilakukan agar si cewek tidak berperilaku kayak gitu lagi. Apa iya kejadian percakapannya harus kayak gini…
          Polisi: selamat siang pak
          Pelanggar (cowok): selamat siang pak
          Polisi: anda tahu pak kesalahan anda?
          Pelanggar (cowok): memang kesalahan saya apa pak?
          Polisi: ish bapak itu ya, tidak bisa peka!!
Apa iya kejadian dijalan tuh harus kayak gitu? Yang ada polisi itu langsung disambit sama itu bapak. Kalau kayak begitu dramanya, kagak bakal ada yang ngaku kesalahan mereka itu apa.
          Jadi emang apa yang dibilang Raditya Dika itu fix benar, kalau cewek itu memang tidak pernah ngaku apa yang mereka sedang pikirkan dan tentunya ini membuat si cowok berpikir melebihi memikirkan jawaban soal UAS *nah loh malah sampe UAS segala*.
          Bahkan yang sering aku dengar itu ketika seorang cowok itu sedang mengajak jalan cewek trus saat akan makan dan cowok menawari cewek mau makan apa yang ada cewek menjawabnya dengan sederhana “terserah” atau “ngikut” nah itu jawaban yang membuat cowok bingung setengah abad. Karena tahu tidak tahu sebenarnya dari jawaban seorang cewek yang “terserah” atau “ngikut” itu terselip didalam benaknya pengen makan “ini” atau “itu” tapi tidak diungkapin secara langsung. Takutnya kalau cowok salah memilih tempat makan yang ada cewek bête atau bahkan bisa ngambek, itu itu hal paling gak ngenakin ketika cewek ngambek di tempat makan yang notabene tempat rame juga pasti cowok yang di cap sebagai orang yang paling bersalah.
          Ya udah deh mungkin itu dulu yak cerita di tulisan ku kali ini, ketemu di tulisan yang akan datang dan biarkan imajinasiku keluar untuk mengungkapkan cerita apa lagi yang patut aku ceritakan di blog ku…
         

0 Response to "Kenapa Cowok Itu Harus dituntut Bisa Peka?"

Posting Komentar