Gagal Karena Ketakutan

          Ini tulisan sebagai lanjutan dari cerita sebelumnya. Kenapa ini cerita selanjutnya?? Dan kenapa judulnya seperti itu?? Ya sebentar lagi akan aku ceritain pada tulisan kali ini, sabar napa!!.

          Karena cerita sebelumnya adalah sebuah musibah pada diriku, dan kali ini adalah dampak dari musibah tersebut. Apa dampaknya?? Pernah waktu sebelum terjadi musibah tersebut, aku pernah ditanyain oleh bapak.
            “besuk kalo kerja, mau jadi apa mas??”tanya bapakku dengan akrabnya
            “jadi dokter dong pak, bayarannya gede”jawabku dengan gaya cool dan mata duitan
Akan tetapi semua itu menjadi sirna secara perlahan (galau), gara-gara tangan ku tidak kunjung sembuh dan dengan terpaksa aku harus merasakan operasi diumur yang masih anak-anak. Dan ketika akan mulai operasi pun, seperti biasa orang yang mau operasi harus dibius dulu. ketika aku akan mulai dibius, aku disuruh tiduran dan apa yang terjadi?? Ada 5 orang dihadapanku, 4 orang memegangi diriku dan yang 1 nya bertugas menyuntik bius. Aku pun seketika meronta-ronta dan menjerit-jerit (kayak orang mau diperkosa sama homo), tapi mereka tidak peduli dan terus melanjutkan niat membuat aku pingsan #(dalam hati bicara)besuk kalo gue besar, tak cari kalian semua!!.
           
Udah untuk masalah operasi jangan dibahas aja (bikin trauma), membahas pokoknya tadi yang diatas. Dan gara-gara operasi tadi niat ku pengen jadi dokter aku urungkan, bisa dinalar aja lawong sama jarum suntik aja aku phobia gimana bisa jadi dokter (kalo ketemu jarum suntik pengennya tak sambit tu jarum). maka dari itu aku kalo sakit mending minum obat (mending tidak sakit) dari pada harus versus sama suntikan #udah deh nyerah aja aku kalo vs suntikan.
            Dari operasi itu juga, pernah aku takut untuk masuk rumah sakit. Bisa diistilahkan kalo aku terkena trauma yang (sedikit) akut #nyium bau rumah sakit aja udah merinding. Takut lihat orang yang sedang berbaring dengan selang dimana ada air mengalir disambung ditangan. Tapi selang beberapa lama, akhirnya aku beranikan juga masuk rumah sakit #dengan kaki gemetar dan tentu itu ada keperluan buat jenguk orang sakit meskipun rasa ketakutan dan trauma masih ada. Dan seiring dengan itu, rasa ketakutan hilang dengan sendirinya. Sebetulnya aku juga takut lihat isi tubuh manusia kalo operasi kan musti dan wajib melihat isi tubuh manusia entah bagian mana, nah kalo takut hal kayak gitu gagal lah untuk menjadi dokter. Dan hal ini semakin menjadi nyata ketika di SMA aku masuk di IPS, apa iya dari jurusan IPS mendaftar di jurusan kedokteran ketika akan kuliah.
            Yang akhirnya kali ini aku kuliah dijurusan Perpustakaan di Universitas Negeri di kota kelahiranku. Aku syukuri semua itu, mungkin memang jalan hidupku bermula dan mulai dari semua itu.

0 Response to "Gagal Karena Ketakutan"

Posting Komentar