Saat ini di tahun 2012 semakin banyak sekali kawula muda baik cowok maupun cewek (yaiyalah, kalo Cuma dikit mau punah itu namanya). Tapi mulai dari itu juga, ditahun ini pula berkembang bahasa yang sedikit gaul tapi sering juga disebut salah gaul. Ya ada kata alay ataupun ababil (abg labil).
Sering sekali dijumpai orang-orang seperti itu, biasanya kalo yang alay-alay itu ketika berinjak umur masuk SMP apalagi kalo si anak sudah mengenal yang namanya facebook, wah bisa tambah lagi level kealay.annya. bahkan nama akun anak-anak ini sering aneh-aneh, yang katanya gaul tapi kalo dibaca aja antara gaul dan gagu itu beda tipis.
Beda kalo yang udah remaja atau dewasa (tapi kebanyakan yang remaja juga aneh-aneh nama akunnya), mereka kebanyakan menggunakan nama asli mereka. Aku disini juga mikir kenapa mereka tidak PD dengan nama mereka sendiri, apa mereka punya motto “apalah arti sebuah nama”.
Tapi hal ini sering terjadi ketika anak masuk diusia puber (putus bercinta? Ya bukanlah), dimana masa-masa untuk mencoba bergaul dengan orang lain menggunakan bahasa gaul. Ya seperti diatas tadi gaul sama gagu beda tipis. Coba saja lihat akun facebook anak-anak yang memasuki usia puber, pasti akan kelihatan aneh dan bikin lidah kelindes motor ketika membaca akun, status atau profilnya. Bisa dibayangin, masa nama akun aja (ini contoh aja, semoga tidak ada yang memakai ini dan namanya samaran aja) begini “inem tak ingin dicakiti dan dihianati”, “mawar malaikat tak bersayap pengen kesurga”, “bunga hanya pengen cowo setia”, “balo ingin pergi dan benci cew matre” dan masih banyak lagi.
Dan untuk saat ini pun aku juga kaget ketika melihat nama akun seperti itu, ini nama akun atau sebuah status? *timpuk pake kompor*. Dan jujur dulu memang aku pernah memakai nama akun, pasang status atau bahkan sms menggunakan bahasa gagu itu (ups (agak) gaul itu) tapi setelah berpikir sangat panjang sepanjang jalan ring road akhirnya aku taubat dan mengakhiri penggunaan kosa kata seperti itu, akan tetapi nama akunnya tidak separah itu tadi tapi Cuma sekarat aja (emangnya penyakit, ckck). Tapi hal seperti itu sering disebut orang-orang dengan kata alay, yang mungkin untuk saat ini mencoba untuk menjadi mahluk ababil (abg labil) yang sudah bertebaran di Indonesia saat ini.
Dan untuk saat ini, aku punya adik keponakan yang sudah masuk SMP dan bisa dibilang sudah masuk usia puber. Yang akhirnya dia kenal facebook, dari mana juga dia bisa kenal dengan tu jejaring sosial?? Dari pak RT? Atau dari balotello *emang dasar telo ente*? Gak penting juga, yang terpenting dan terspektakuler nama akun adikku tadi juga sudah gaswat pemirsa pemirsa. Awalnya sih aman-aman saja, memakai nama asli tapi lusa nama akunnya sudah berubah drastis dan sangat spektakuler *anang, agnes dan dhani tepok tangan*. Dan ketika aku membaca akun dan profilnya, ya ampun baru 2 baris profilnya aja lidahku udah kayak dilindes kereta. Untung dia belum kenal twitter, masa kemarin aja minta tolong ke aku suruh buatin dia twitter bisa-bisa salah gaul beneran dia kalo udah keracunan jejaring sosial bahkan bisa terdaftar sebagai mahluk ababil yang kesekian ratus ribuan atau jutaan.
WARNING!! Bagi yang ketahuan membuatkan adikku keponakan tersebut akun twitter, ane lempari golok dan goceng baru tau rasa ente!!
Udahlah, sekian dulu tulisanku kali ini bisa-bisa salah gaul juga aku kebanyakan nulis hal seperti itu. Tapi kalo judulnya kayak diatas sepertinya berbeda dengan apa yang dikatakan bang RD, kalo skema manusia Indonesia itu setelah alayyyyy baru dewasa tapi kalo ini dari alayyyyy ke ababil dulu. Tapi biarlah semua ini berjalan, semua kan keyakinan diri masing-masing mau menjadi gaul alias gagu atau mahluk yang apa adanya bukan ada apanya. . .
18 April 2012 pukul 14.25
Yang penting jadilah seperti diri sendiri