Perbedaan Fano Antara Galau dan Enggak??

             Fenomena anak muda saat ini memang tidak hanya membuat repot diri sendiri yang pada galau, tetapi juga membuat repot teman-temannya yang (sedikit) peduli. Terkadang temannya yang mau diikutkan repot itu, dibelakangnya ada maunya. Ya seperti yang terjadi pada temenku si fano-man yang beberapa waktu lalu sedang galau berat tetapi untuk saat ini (sedang) tidak galau.
            Ya pas lagi galau, dia itu kegiatannya Cuma melamun, mendengarkan music mellow-melow, atau menggerogoti meja dikamar kostnya bahkan kalo sedang ganas-ganasnya temen kostnya sendiri si haris bisa jadi pelampiasannya *gorok lehernya*
            Sehingga kegiatannya itu menarik temannya untuk bisa toleransi dan peduli kepada dirinya, mungkin pada saat dia pengen boker aja yang membuat temannya pada pergi *lempar tiang listrik*. Tetapi terkadang temennya yang sudah peduli dan toleransi kepadanya, biasanya ada maunya ketika dibelakang meski jarang untuk terwujud.
            Misalnya saja ketika dia minta bantuan pada temannya untuk menyembuhkan penyakit galaunya itu, banyak sekali janji-janji manisnya yang terlontar dari mulutnya yang penuh dengan gumpalan batu krikil *colok pake skop*.

            Tetapi setelah kegalaunnya (sementara) hilang, dia seakan pura-pura amnesia terhadap janji-janji gulanya *sogok pake linggis*, entah harus pake disindir segala atau mungkin harus dicolok matanya pake tiang listrik. Seolah dia itu lupa dengan kewajibannya, tapi mungkin haknya.
            Seakan ketika dia galau dan dalam kelamunannya, dia curhat ke temen-temennya tetapi ketika galaunya hilang untuk diajak sholat aja dia mending pergi dengan alasan ngerjain tugas (padahal Cuma mau ngepel kamar mandi fakultas). Tapi biarlah urusannya dia, ingat janji gulanya Alhamdulillah (dapet gratisan) kalo lupa *colok matanya pake gergaji*.
            Ya memang begitulah para kawula muda yang terkena ababil (anak baru galau dan labil), terkadang hidupnya kayak lagi sengsara habis keracunan oplosan sirup dengan antimo dan bahkan kata temenku si fano itu kayak orang sakau. Tetapi ketika sedang tidak galau dia juga seperti orang kesurupan kuntilanak mau pulang mudik, jiwanya seperti terguncang. Jadi ketika dia galau ataupun gak, jiwanya tetep aja terguncang seperti orang sakau. . .

2 Response to "Perbedaan Fano Antara Galau dan Enggak??"

  1. ritareny86@gmail.com says:
    3 April 2012 pukul 11.15

    udah lapor belum ke yang punya nama itu....?

  2. Alit Priyo says:
    3 April 2012 pukul 11.17

    malah wes ijin ket mau, wonge yo gelem2 wae. malah seneng kie cah.e

Posting Komentar