Ketemu lagi gaes di blog ku, benernya
beberapa hari ini sedang lungrah badanku karena ada lemburan kerjaan di kantor bahkan
sempet drop badanku kemarin Rabu saking capeknya tapi sebisa mungkin pas selo
aku sempetin untuk nulis ya di sesuaikan ide ku dapet tidak untuk nulis hehehe.
Aku
udah sampaikan di blog sebelumnya kalau kedepan aku bakal sering posting
tulisan soal kelakuan ku saat ngopi. Untuk kali ini aku mau nulis pengalaman ku
waktu ngopi di Kopi Merapi.
Ini
mungkin sedikit gila sih, kenapa gila karena aku ngopi di siang-siang abis
kondangan. Tau sendirilah gaes Kopi Merapi itu di daerah mana, sedangkan aku
kondangannya di Jalan Kabupaten yang selatan Ring Road (Barat UTY Pusat). Jadi bisa
di bayangin dari arah mana trus ngopinya kearah mana. Ya memang sengaja sih
soalnya nek Kopi Merapi lebih deketan sama daerah rumah meskipun harus lebih
naik ke utara lagi. Nah kebetulan aku kondangan sama temen SMP ku sebut aja
Aris (pasti kalian mau bilang “gandengannya cowok” itu karena Aris juga dapet
undangan kebetulan yang nikah temennya KKN). Dari pada langsung pulang abis kondangan,
respon aja aku tawarin nyoba Kopi Merapi gimana dan karena Aris oke ya udah gas
lah kesana.
Yang
pernah wisata ke The World Castle atau Stonehenge Kaliurang, rasanya aneh kalau
tidak tau di mana warung Kopi Merapi. Karena lokasinya Cuma berdekatan ya masih
satu wilayah dan sejalur hitungannya.
Aku
ke Kopi Merapi sih lewat jalur Jalan Kaliurang jadi sedikit membingungkan, enak
lewat jalur Jalan Cangkringan sebenarnya tinggal ikutin jalan sampai TPR pintu
masuk nanti bakal di arahkan kalau mau ke Kopi Merapi atau tempat 2 wisata itu
tadi. Atau kalau kalian sudah tau Merapi Golf gaes, nah itu masih naik lagi.
Jadi
kalau dari jalan Cangkringan pas masuk nanti bakal ngelewatin The World Castle
baru Stonehenge sebelum nyampe Kopi Merapi, karena jalurnya searah gaes. Sekilas
ketika melewati jalur itu gaes sedikit bayangin sebelum merapi meletus yang
tahun 2010 kayaknya jalur yang aku lewatin itu kanan kirinya dulu sebuah desa
yang sekarang hanya tinggal sisa-sisa tembok bahkan ada museum rumah Lurahnya
juga nek gak salah gaes. Aku gak sempet foto sih gaes, tapi yang belum pernah
kesana silahkan di coba dan tengok kanan-kiri ya gaes sekaligus pengingat betapa
dahsyatnya letusan Gunung Merapi.
Banyak
yang nyaranin kalau ke Kopi Merapi itu berangkat tengah malam dan sampai Subuh
singgah di Kopi Merapinya jadi biar sekalian bisa lihat sunrise tapi karena
tidak sempat dan gak kober ya udah seadanya waktu aja kesana. Padahal jika
kesana pas beruntung pemandangannya langsung view Gunung Merapi gaes, sayang
pas aku kesana cuaca agak mendung dan gunung Merapi tertutup kabut tebal
padahal aku dari kondangan tuh di kota cuaca panas terik gaes tapi pas nyampe
Kaliurang cuaca mendung dan adem (ya memang suasana Kaliurang tuh adem gaes).
Untuk
kopinya sih menurutku enak gaes, di Kopi Merapi untuk menu kopinya hanya ada 2
jenis yaitu Arabika Merapi dan Robusta Merapi. Untuk menu minuman lain ada
Wedang Gedang Merapi dan Teh. Untuk cemilan pas aku kesana pesen tempe mendoan
dan pisang goreng, enaklah gaes menurutku dan harga juga relatif murah untuk
ngopi dengan di suguhi pemandangan Gunung Merapi.
Tulisan
kali ini cukup dulu ya gaes, ini rekomendasi lagi untuk kalian yang mau ngopi
sambil wisata dengan melihat pemandangan Gunung Merapi yang tidak terlalu jauh.
Oke gaes ketemu lagi di tulisan berikutnya yaa.

0 Response to "Kopi Merapi, Nikmati Sesuai Dengan Waktumu"
Posting Komentar