Memang saat ini penyakit galau belum bisa hilang dari benak para kawula muda, terlebih pada para ABABIL yang sering galau dan risau. Tapi untuk saat ini aku akan menceritakan tetang temanku sendiri yang mengalami betapa beratnya penyakit galau *melebihi sakit giginya*.
Untuk tema kali ini, temenku Fano menjadi bahan tulisanku dan kegalauan kali ini. Biasanya sih dia malahan yang sering garapi temennya dengan mengejek “mesti lagi galau yo??” itu kata-kata yang sering terucap dari mulutnya. Sejenak pun aku berfikir, apa iya dia mengejek temannya hanya untuk menutupi kegalauannya? Bisa jadi bisa enggak, hanya dia yang tau jawabannya *buat fano, mohon dijawab*.
Tapi untuk season kali ini sepertinya galaunya amat parah, bisa diistilahkan kalo penyakit ini sudah komplikasi segala penyakit. Ya mungkin dimasukan diruangan ICU dan memerlukan segala alat yang mendukung untuk tidak terjadi segala kemungkinan yang tidak diinginkan *malah cerita medis*. Kembali ke cerita fano, ini sebetulnya cerita awalnya aku juga tidak tahu menahu. Aku tahu setelah mendengar cerita dari hegmi kalo fano galau, karena di twitter nya sungguh sangat mengenaskan. Dan ini kejadian sepertinya sudah hampir seminggulah, tapi aku dengar berita kalo dia galau ya baru kamis kemarin.
Bahkan tadi ketika mau kuliah jam pertama, dia bilang kalo galau berat. Makan tak enak, tidur pun tak nyeyak susahlah kayaknya hidupnya akhir-akhir ini gara-gara galau. Meski tadi dikelas dia sempat bercengkrama dengan ceweknya *umi namanya kalo yang belum tau*, entah apa yang mereka omongin toh kayaknya malah ngomongin utang piutang deh tapi entahlah urusan mereka juga. Tapi setelah kuliah jam kedua tadi, pas dosen udah keluar nah disitu aku memantau fano yang duduk termenung dipojokan kelas *wah sudah akut kayaknya galaunya*. Ya sebetulnya toni tadi yang lihat pertama trus memberitahu aku, ee si toni malah ngakak *tersenyum diatas kegalauan teman ini ceritanya*. Maka dari itu, saat ini fano mendapat julukan ABG (Anak Baru Galau), Kalo diceritakan dalam bentuk lagu, sepertinya lagu yang cocok itu judulnya Butiran Debu, Tiba-Tiba Ku Menangis, Afgan-Kembali, atau mungkin Iwak Peyek dan bisa lebih banyak lainnya tapi sekiranya segitu sajalah kasihan fano kalo banyak-banyak *susah hapalinnya kalo dia pas nyanyi dikesendiriannya*
Sebetulnya aku juga bingung siapa yang salah diantara mereka, tapi biarlah mereka menyelesaikan perkaranya mereka *jangan mengusik rumah tangga orang*. Tapi misalnya yang salah fano, wah siap-siap kayak marwan sama mawar ki *boleh sebut nama, tanpa merk*. Tapi sebetulnya untuk temen-temen yang lain ada baiknya menyumbangkan 100 koin untuk fano, tapi koin 100 perak.an aja dan biarin mau digunain fano buat apa serah dia yang penting kita sudah peduli. Gerakan 100 koin untuk fano (@ Rp. 100,-), tidak boleh lebih tapi boleh kurang, hahahahaha. . .
0 Response to "Galau Mengalihkan Segalanya"
Posting Komentar