Sebetulnya ini sebuah pertanyaan yang aku pengen tanyakan pada waktu talkshow kemarin sabtu difakultas. Tapi pertanyaan baru timbul ketika season Tanya jawab selesai (telat mikir sih, ngapain aja kamu), yaitu tentang segala aturan dan kebijakan diperpustakaan pusat dikampus tempat ku menimba ilmu saat ini.
Memang awalnya aku tidak sengaja melihat tapi aku mikir aja, apa iya aku salah masuk gedung ya?? Ini perpustakaan apa warnet aku mikirnya. Ini terjadi dilantai 2 layanan referensi, kan diruangan tersebut banyak computer opac. Nah mestinya computer tersebut digunakan untuk opac dalam pencarian koleksi atau buku. Tetapi pada saat itu fungsi komputer opac berubah menjadi alat untuk membuka jejaring social (ini perpus woy bukan warnet).
Dan kejadian ini tidak hanya terjadi pada diriku saja, tetapi terjadi pada temenku juga. Bahkan ketika akan mengantri untuk memakai opac juga, yang memakai dahulu tidak merasa diantri, bahkan malah makin asyik ber-jejaring sosial *cangkul mana cangkul*.
Aku pun terheran-heran kenapa diperpustakaan bisa untuk membuka jejaring social, kecuali yang memakai fasilitas wifi. Harusnya fitur selain untuk pencarian buku atau koleksi itu diblokir untuk sementara. Karena tanpa kebijakan tersebut, computer opac bisa beralih fungsi dari fungsi yang sebenarnya.
Ya mungkin pihak perpustakaan ataupun pegawainya bisa memonitor hal seperti itu, karena kasihan juga yang buru-buru mencari koleksi, harus antri tetapi yang diantri tidak nyadar dan malah buka jejaring sosial *apa perlu dilaporkan polisi dulu ya*. Ya semoga kebijakan perpustakaan tentang hal tersebut bisa lebih bijak dan memahami segala hal yang terjadi.
0 Response to "Fenomena Di Perpustakaan"
Posting Komentar