Memang kemajuan di dunia sekarang amatlah pesat, kayak kemajuan penyakit korupsi di bangsa kita saat ini. Semua ini karena dampak dari era globalisasi didunia saat ini yang memang segala kemajuan berkembang.
Akan tetapi saat ini aku tidak membahas tentang kemajuan didunia, melainkan dampak segala kemajuan yang terjadi di kota Yogyakarta. Kenapa aku membahas Yogyakarta *Tanya sendiri sana sama rumput yang berdendang* ini dikarenakan aku tinggal dikota istimewa ini dan kesehariannya juga memang berinteraksi dengan segala kegiatan yang terjadi.
Dan disini aku bercerita *meskipun sedikit agak curhat* tentang segala keramaian dan kemacetan di Yogya saat ini. Bahkan aku heran, ini Jogja apa Jakarta gitu lo. Sering terjadi kemacetan dimana-mana. Dan akupun sering mengalami ketika berangkat kuliah ataupun pergi kemana gitulah. Mungkin aku yang salah ambil jam kuliah, kenapa? Karena aku masuk kuliah aja jam setengah 8 *dijadwal sih jam 7*, dan ketika berangkat aku harus berbarengan dengan anak-anak sekolah bahkan para guru atau pegawai. Karena saking sama-sama buru-buru, dan lampu merah yang berjalan dengan sangat lama sehingga menyebabkan kemacetan disekitar lampu lalu lintas.
Dan parahnya lagi, ketika lampu merah hidup dimulai dari detik ke 100 atau mungkin juga kurang dari itu tetapi ketika lampu hijau hanya diberi waktu 20 detik. Bisa dibayangin dalam waktu 100 detik bisa ada berapa puluh motor beberapa biji mobil atau truk yang buru-buru ingin menerobos lampu lalu lintas itu. Apa lagi jalannya gak langsung bisa kencang, harus pelan-pelan dan special buat yang dibelakang pasti akan terkena merah saking padatnya di lampu lalu lintas.
Tidak sampai disitu juga, ada juga yang pas lampu merah itu hanya sekitar ya 30 detik lah tapi pas hijau bias nyampe 50 detik. Ya itu juga disesuaikan dengan jumlah belokan atau persimpangannya. Dan pernah juga ku temui lampu lalu lintas ketika masih didetik ke 30 atau 20 tiba-tiba aja udah hijau, aneh banget bukan. Itu yang eror lampu lalu lintasnya atau para pengguna jalannya yang gak sabaran.
Tapi biarlah semua berjalan dengan semestinya, dan semoga semua kemacetan yang terjadi bias teratasi. Jangan sampai Jogja yang kotanya hanya kecil, penuh dengan kemacetan seperti di ibu kota.
0 Response to "Apa Yang Jadi Biang Kemacetan??"
Posting Komentar