Perjalanan untuk Misi Menjenguk Bayu Andi

         Disore hari kemarin setelah perkuliahan dikampus selesai, kelompok BAKPIA yang hanya sebagian karena masih ada yang kuliah *sepertinya begitu*. Perjalanan aman-aman saja untuk sementara, akan tetapi saat misi membeli buah terjadi suatu keganjalan. Saat si nana dan siapa kemarin yang bernegoisasi harga buah, dan setelah selesai menentukan harga lalu kami akan meneruskan misi perjalanan ke rumah bayu andi tiba-tiba nongol petugas parkir dengan santainya.
          “Ini mana panitianya” Tanya petugas parkir
Enteng banget ini petugas parkir, lawong jelas motor ada penumpangnya dan tidak pada turun dari motor sedang dia dengan enaknya minta “jatah” parker Rp 500 per motor.
Aku lalu mencari kereta yang lewat untuk ngelindes badannya tukang parkir itu, tetapi berhubung tidak ada kereta lewat situ akhirnya aku urungkan niatku tadi.
          Akhirnya datang penyelamat, dialah seorang pedagang buah tadi yang menyuruh untuk terus meneruskan misi perjalanan dan menghindarkan dari tukang parkir yang galau tadi *bener gak ya dia galau*.

          Setelah sampai didesa bayu, tetapi si enggar sebagai “tour guide” dalam misi ini yang awalnya mengetahui markas bayu tetapi dia sedikit amnesia dengan lupa dimana markasnya bayu malah dia mau menyuruh bayu buat nyamperin para pemegang misi didepan desanya *woy dia itu baru sakit malah disuruh berkelana* yang punya misikan kita, kenapa bayu yang harus mencari kita. Endingnya harus bertanya kepada penduduk yang ditemui dipinggiran desa atau penduduk yang bertebaran dijalanan *ini orang apa daun ya*.
          Sampailah dimarkas bayu, nongollah sosok bayu dengan santai seperti orang tidak abis sakit malah seperti orang mendapat hadiah goceng dari ibunya karena juara dikelas waktu TK. Tapi masih terlihat bekas tempat infuse ditangannya.
          Setelah agak beberapa lama, muncullah suara haris yang agak sedikit aneh layaknya orang jomblo *ris, jomblo ra kowe??*. tapi haris dimarkasnya bayu kemarin hanya menjadi bahan konyolan, coba kalau tidak ada sosok dia kemarin mungkin hanya sosok diriku yang akan menjadi korban keganasan konyolan.
          Ya tetapi haris sendirilah yang buat masalah, sok-sok.an habis jalan atau mau jalan dengan pacarku, pacarnya enggar atau pacarnya bayu. Entahlah, dia itu memang aneh kok dikampus ataupun diluar kampus untung saja tidak ada satpol pp yang lewat waktu dia bertingkah aneh.
          Dan saking jengkelnya aku waktu dia enteng ngomong kalo haris jalan sama pacarku itu something tetapi kalau aku jalan dengan cewekku itu nothing lalu aku mencari motor yang lewat untuk ngelindes badan haris.
          Kekonyolan haris belum habis, ketika bayu mengeluarkan snack pun dia yang paling awal untuk makan *maklum seharian belum diisi nasi lambungnya*. Dia itu yang paling banyak makan diantara lainnya, masa makanan yang kayak stick ditaruh ditoples separuhnya haris yang habisin lalu datang gorengan tahu dan tempe lalu haris pula yang paling banyak makannya *kalo ada nasi goring paling habis 2 porsi dia*.
          Waktu pun menunjukan pas sholat isyak, kami pun memutuskan untuk pulang karena tidak enak juga lama-lama bertamu. Kami lalu pamit dengan bapaknya bayu, lalu kami mengendarai motor masing-masing yang nebeng ya nebeng. Akhirnya kami pulang ke markas masing-masing dan melaju ke kejauhan. . .

0 Response to "Perjalanan untuk Misi Menjenguk Bayu Andi"

Posting Komentar