Hari Jumat Yang Jarang Aku Temui

        Hari Jumat kali ini memang berbeda dengan biasanya, ya karena aku libur kuliah katanya cuti bersama gitulah tapi itu bagi para pegawai dan (mungkin) para mahasiswa universitas negeri. Jadi yang biasanya aku jumatan didekat kampus atau didekat kost temenku, tapi hari ini aku jumatan didesa tempat biasa ketika lagi dirumah.
          Pulang jumatan pun aku putuskan untuk tidur siang, bahkan aku terkaget dan tersentak seperti mendapat mimpi. Mungkin aku ngelindur, aku kira aku belum sholat jumat dan bangun dengan kaget. Jelaslah aku kaget, gak sholat jumat 3kali aja sudah disebut orang kafir mamen.
          Setelah bangun dari tidur siang, tepatnya waktu adzan Ashar. Karena sehabis Ashar ada kegiatan kerja bakti dirumah tetangga *suruh nurunin genteng dari atap rumah* soalnya mau ada pengajian sama dangdutan *sekalian aja adain pasar malem ya*. Setelah semua kerjaaan kelar, seperti biasa tuan rumah menyuguhi minuman dan snack lalu tiba-tiba nongollah makanan penutup. Tapi disinilah letak kesalahannya, entah saking lapernya atau saking doyannya semua yang ikut kerja bakti langsung makan saja. Yang pada akhirnya, semua mulut anak-anak termasuk aku kepanasan dan mungkin melepuh *es mana es??*. ya  inilah resikonya, memang hidup itu pilihan maka dari itu harus memilih gak makan tetapi resikonya kelaparan tapi makan ya resikonya kepanasan tadi. Tapi ya udahlah, semua itu harus disyukuri *melepuh melepuh dah*.

          Semua pun pada pulang kerumah masing-masing, sesampainya dirumah ternyata ada 2 adikku keponakan *anaknya mbakku*. Gak tau kenapa sudah ada dirumah bareng emaknya, ada bapakku lagi benerin sepeda adikku keponakan *entah milik mbaknya atau adiknya*. Tapi saat aku datangi, ee adik keponakanku yang kecil *namanya reihan* ngomong dengan ngotot dan dengan kata-kata yang belum jelas tapi bisa aku artikan maksudnya yaitu bannya *sepeda tadi* gembos (kempes) dan secara dengan logatnya bisa membuat orang yang ada dirumah dibuatnya tertawa. Tetapi kegokilan anak itu belum selesai, saat babenya mau jemput dia meminta untuk membawa pulang sepedanya tetapi disinilah letak kesalahan dan kegokilannya. Dia (reihan-red) pengen ada yang mengambilkannya sebuah plastik untuk membungkus sepedanya *hee kamu kira itu botol susumu mau diplastikin* dan babenya pun juga ngelucu dan bilang ke reihan “sepedanya mau dilipat po?” reihan pun lalu menjawab “ho.o” dasar aneh anak yang satu ini.
          Dan memang, kedua adik keponakanku ini aneh dan licik pula. Kalo yang kakaknya (namanya dhini), pernah aku di dzalimi dia waktu jajan bakso dan jajan disupermarket terus kalo yang reihan ini pernah aku minta sate dan waktu itu dia lagi makan sate ee dia jawab “habisss” padahal emaknya masih bawa beberapa tusuk. Maka dari itu, berhati-hatilah bila punya adik yang berumur 5 tahun dan 3 tahun. Biarpun masih lucu-lucunya, tapi otaknya otak kriminal *ini anak kecil atau penjahat??*.
          Ya sampai disini dulu cerita ku untuk hari ini, dihari jumat yang penuh kejutan dan kegokilan. See you next time. . .

0 Response to "Hari Jumat Yang Jarang Aku Temui"

Posting Komentar