Layaknya menerima tamu ketika dirumah, seharusnya jika ada teman datang bertamu dikost temannya sendiri dengan selayaknya pemilik kost tentunya harus tetap ada dikost ketika para tamu (temannya) masih ada dikostnya.
Akan tetapi, hal ini serasa berbeda ketika hari Rabu kemarin sore tepatnya. Ketika para Setan IPI A mengerjakan tugas Stat*st*k, dan bahkan sampai adzan sholat Isyak. Akan tetapi setelah sholat Maghrib, pemilik kost si Tifano Cute malah pergi entah berkelana ke sebuah pulau antah berantah yang sepi dan tak berpenghuni dengan naik elangnya atau entah pergi kemana (ngambang ke laut mungkin).
Dan bahkan dia pergi ketika aku, triyanto, bayu dan toni masih sibuk dan menguras keringat untuk menrampungkan tugas tadi. Dan akhirnya sisa soal yang belum selesai dibawa pulang dan diketik oleh si toni.
Adzan Isyak pun berkumandang, dan kami ber-4 pun memutuskan untuk pulang. Disinilah timbul niat untuk menghancurkan sebuah kamar yang ditinggal penghuninya, entah awalnya mulai dari mana. Akan tetapi semua terjadi begitu saja ketika triyanto berkata “kamare disalahi po piye??”, dengan respon cepat aku, bayu dan toni dengan cepat mencari property dikamar fano yang bisa dipakai. Dimulai dari bayu dengan menaruh sepatu didinding yang mestinya tempat untuk menaruh kaca dan kacanya pun aku pindah digantungan pakaian. Lalu masuklah haris dengan santainya, dan apa yang terjadi? Dia malah ikut mencari property, dan sasaran itu pada tempat sampah dengan dipindah tempat di meja yang biasanya untuk menaruh buku.
Dan disinilah puncak kejahilannya, entah usul dari siapa akan tetapi kami bersama membuat pocong-pocongan yang endingnya pocong ini berubah menjadi gaul. Gimana tidak gaul pocong memakai kacamata hitam, celana basket, dan tanda pengenal dengan fotonya. Pocongnya dibikin dari guling yang dibungkus pake selimut (sebetulnya mau memakai sprei) dan bagian kepala dengan tas kresek putih yang digambari wajah, setelah selesai mendesain tidak lama kemudian datang juga si Hohok (teman kostnya Fano) yang ikut menjahili kamarnya fano. Bahkan muncul juga Enggar, dan dia yang buat kita kaget karena dia datang dengan suara yang seram dan ekspresi yang sedang kelaparan. Ucapannyalah yang buat kami terkejut “hayo, do ngopo kuwi??”, tetapi dia langsung menuju kamarnya. Tidak lama dia muncul lagi, dan apa yang dia bawa? Dia bawa kacamata yang endingnya dipakein di pocong tadi. Tidak berhenti disitu, bahkan muncul menyalahi sebuah dispenser dan kipas angin. Semuanya dipakein baju yang biasanya dipakai sama fano.
Hidup Kejahilan Di Awal Tahun 2012


0 Response to "Menyalahi Kamar Kost Yang Tak Berpenghuni"
Posting Komentar