Baru saja tadi malam piknik Bakpia disemester 3 ini selesai, sungguh perjalanan yang cukup lama dan tanpa halangan sedikitpun. Dan mungkin juga disemester depan (semester 4-red) Bakpia akan melaksanakan piknik lagi, dan tentu untuk masalah tempat akan dirundingkan lagi diwaktu yang akan datang.
Semua ini dilakukan tentu dengan tujuan agar kebersamaan kelas tetap terjaga, ya karena sewaktu kuliah dalam memilih kelas disama semuanya meskipun masih ada yang satu kelas akan tetapi ada juga dari kelas lain.
Maka dari itu, dengan diadakannya piknik ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan kekompakkan. Ya meskipun yang ikut tidaklah semuanya, akan tetapi tentu mereka yang tidak ikut memiliki alasan atau hal yang tidak bisa ditinggalkan.
Untuk piknik kali ini, tujuan wisata Bakpia menuju di Baturraden dan Pantai Ayah. Untuk tempat yang kedua, sebetulnya diawal di Jatijajar akan tetapi mempertimbangkan waktu dan lokasi akhirnya dipilih pantai Ayah.
Untuk masalah waktu pun, Bakpia harus ngumpul jam setengah 5 (petani aja belum siap-siap) karena pertimbangan jarak yang jauh dan waktu. Meskipun awalnya diusahakan untuk berangkat jam 5 tepat, akhirnya molor 30 menit. Dan untungnya sampai di Baturraden tidak terlalu siang, sekitar jam 10.30 sudah mencapai lokasi. Untungnya lagi, selama perjalanan tidak ada yang mabuk padahal sebelumnya ada yang takut mabuk. Ada juga yang parah dan hal ini menimpa aku, apa aku tidur baru 15 menit sandalku yang sebelah kiri hilang coba. Entah niat ini orang apa kalau suka kenapa tidak semuanya, kayak dimasjid aja nuker atau ngambil sandal.
Setelah sampai dilokasi wisata dan sudah masuk, dan memang yang sudah dipikirkan akan terjadi semua anak berbaris menyesuaikan posisi untuk narsis didepan kamera. Setiap berpindah tempat pun tidak pernah lepas dari narsis. Dan ditempat ini sering terjadi kekonyolan, kayak anak ke orang tua ketika si anak minta dibeliin makanan/mainan atau minta sesuatu. Misal contohnya aja, anak : “papa, naik kereta papa naik kereta”, papa : “papa belum gajian nak, besuk kalo udah gajian”. Ada juga, anak : “papa, beli sate papa beli sate”, papa : “hayo, papa jewer entar telinganya kalo nakal”. Masih banyak lagi ekpresinya dan tidak hanya ada yang jadi papa tapi yang jadi emak pun ada juga. Kalau yang papa belum gajian tadi si Toni, Kalo yang mau jewer itu si Andi dan kalo si emaknya itu Hegmi kan pantes kayak emak-emak (hahahaha).
Setelah beberapa lama di Baturraden dan abis sholat dzuhur, akhirnya BakpiA meneruskan perjalanan menuju ke toko oleh-oleh dahulu sebelum ke pantai Ayah. Dan yang punya banyak duit pun langsung ambil ini itu tapi kalo yang lagi tipis, mikir-mikir dulu mau ambil yang mana. Dan disini aku dan Triyanto bikin heboh, kenapa tidak kami belanja satu keranjang (dikira KW malahan). Jadi belanjaan oleh-oleh kami jadi satu keranjang, tetapi bayar sendiri-sendiri.
Dompet menipis, beli oleh-oleh usai. Akhirnya bus berangkat menuju pantai Ayah, meski diperjalanan terus menerus diguyur hujan tetapi itu tidak menyurutkan semangat perjalanan. Sesampainya dipantai Ayah, kami memutuskan untuk sholat Ashar dulu sebelum memulai permainan, permainan ini ide dari Nana (kayaknya). Setelah itu permainan akhirnya dimulai, dan permainan ini cukup sederhana tetapi sulit dilakukan (mendingan ngerjain ujian daripada jawab ini permainan kayaknya). Dan untuk nama permainannya menuliskan nama panggilan lalu diberikan ke orang yang lain tetapi tanpa sang pemilik tahu siapa yang bawa kertas yang ada namanya, lalu orang yang membawa nama sang pemilik diharuskan menuliskan nama julukan dan kelebihan orang tersebut.
Nah disini, aku sudah was-was dengan kelebihan dan julukan dari orang yang bawa kertas ada namaku. Untuk julukannya ada 2 versi, yang pertama item manis (tiba-tiba semut menggerogoti tubuhku yang kering kerontang) dan yang kedua??agh gak perlu aku sebutin, gak enak yang kedua. Untuk kelebihan lumayan keren abis, entah ini yang menuliskan jujur atau Cuma asal doank. Katanya aku humoris (tiba-tiba aku langsung daftar standup comedy) dan yang lain tak usah aku sebutin, ntar dikira aku gimana-gimana (yang gak suka dengan tulisanku kali ini). Dan untuk yang lain, biarlah mereka sendiri yang menyadari (banyak banget kalo aku tulis semua).
Permainan pun usai, lalu kami memutuskan untuk narsis-narsis lagi. Didepan pantai, didepan bus dan ada pula yang menulis-nulis dipantai (itu jijik). Akhirnya azdan maghrib berkumandang, kami memutuskan sholat dulu lalu baru meneruskan perjalanan. Diperjalanan pun aku, andi, toni, fazul dan pakdhe juna hanya tidur (karena kami duduk dibelakang semua) dan yang paling gak mengenakkan lama-lama duduk membuat pan*at panas (gila dibawah kursi ada kompor kali). Akan tetapi sebelum aku, andi dan toni tidur, kami sempet gojek-gojek dengan ngomong kayak anak alay gitulah dan bahkan nyanyi-nyanyi sama 7icons IPI A.
Dan pada akhirnya Bakpia sampai dijogja pukul 11 lebih sedikit, semua orang terlihat capek dan letih. Akan tetapi itu semua terbalaskan dengan perjalanan selama piknik kemaren. Dan semoga hal ini tetap berlangsung dan awet. Amin....
HIDUP IPI A
0 Response to "Piknik BakpiA Penutup Semester 3"
Posting Komentar