Sekilas orang akan aneh dan terheran-heran dengan kejadian ini yang terjadi di rumah ku istanaku. Semua berawal mungkin karena bapakku yang sudah agak tua (ya sudah 52tahun) jadi lupa dengan hal sepele akan tetapi bisa berakibat fatal, bahkan sangat fatal.
Dulu itu, aku lupa waktu kejadian tanggal dan hari apa lupa pokoknya intinya malam hari gitulah. Bapak yang pulang dari tahlilan dan beliau saat berangkat tahlilan mengendarai sepeda motor, saat pulang dan kayaknya sudah sekitar jam 10an malam bapak memang saat berangkat sudah antisipasi membawa kunci pintu depan sehingga saat yang ada dirumah sudah terlelap semua beliau tidak perlu mengobrak-abrik yang lagi tidur. Begitu bapak sampai didepan garasi (garasi rumahku ada disebelah utara, jadi pintu depan harus berjalan ke barat lagi), motor tetap didepan garasi dan bapak berjalan menuju pintu depan. Setelah masuk kedalam rumah dan mengunci pintu depan, bukannya memasukan motor terlebih dahulu bapak malah masuk kekamar ganti pakaian dan langsung tidur begitu saja.
Entah bapak tidak ingat atau karena kecapekan (begitu lihat kasur langsung lelap), jadi langsung tidur saja. Akan tetapi celakanya, motor masih diluar dan untuk lebih parahnya lagi kunci kontak motor pun masih ada dimotor. Bisa diibaratkan, memberikan sebuah berkah kepada maling kalau kayak gitu. Heran, sungguh heran!!
Masih ada juga kejadian yang bisa membuat celaka, tetapi berbeda ceritanya. Bahkan bapak lagi yang terlibat akan tetapi kalau yang sekarang aku pun diikutkan. Semua berawal ketika bapak keluar rumah, lewat pintu depan dan saat itu aku pun ada diruang tamu (pintu depan itu masuk menuju ruang tamu). Ketika bapak masuk kedalam lagi, bapak langsung masuk saja tanpa mengunci pintu sama sekali dan langsung nylonong masuk kedalam saja dan lebih parahnya lagi, aku pun tidak tahu kalau itu pintu belum dikunci sama sekali dan lebih parahnya tidak ada yang mengecek pintu lagi sampai pada tidur semua.
Endingnya, ibu yang bangun tidur paling awal mengecek pintu dan berniat mematikan lampu diteras depan yang tentunya melewati ruang tamu. Bisa ditebak begitu kagetnya ibu sampai mengecek semua isi rumah, akan tetapi bukannya anaknya yang dicek dicuri maling atau tidak malah laptop, tivi, motor dan peralatan lainnya yang dicek.
Sore harinya, ibu hanya bisa menyindir “siapa yang terakhir buka pintu depan?”, ya jelas aku ngaku kalau bapak yang terakhir. Akan tetapi bapak malah nyalahin aku tidak mau ngecek pintu sudah dikunci belum. Mungkin bisa disimpulin, bapak ingin aku yang ngunci pintu akan tetapi bapak tidak bilang kepada ku sehingga semuanya jadi miscomunication (jadi komunikasi antar orang tua dan anak sangat penting). Jadi semua ini bisa diambil hikmahnya dan bisa menjadi pelajaran semuanya agar tidak punya penyakit sindrom LUPA!!
2 Januari 2012 pukul 15.52
asik asik new blogger ^^ and new follower for mee.