Kekompakkan Yang Harus Diawetkan


         Mungkin dari kelas IPI angkatan 2010, kelas IPI A atau yang biasa dikenal BAKPIA-lah yang kompak dalam belajar bareng. Dan forum itu biasa disebut SI BAKPIA (Sinau Bareng Komunitas IPI A) yang sering dilaksanakan dimasjid, ya mungkin banyak yang menyebut forum ini berlawanan dengan komunitas IPI sendiri (anti sebut merk).
            Akan tetapi semua hal itu tidak bermaksud untuk menandingi forum lain, akan tetapi itu terjalin karena saling keterbiasaan berkomunikasi. Jadi enak kalau saling bertanya dan menjawab, pasti taulah kalau berkomunikasi dengan yang jarang bertemu pastilah akan canggung dan malu (kecuali orang yang gak tau malu dan bawel).
            Jadi kalau orang mau berkata apa biarlah, semua ini dilakukan juga bersih tanpa ada unsur melawan ataupun menyaingi. Dan forum ini terbuka untuk kalangan siapapun, baik yang mau menjadi pengisi ataupun yang ikut menyimak.
            Kembali di forum BAKPIA tadi, forum ini masih tetap terjalin sampai saat ini. Ya karena saat ini dalam edisi sukses UAS. Jadi tentang belajar bareng bahkan mengerjakan tugas bareng tetap dilakukan. Meskipun kegiatan itu tidak harus dengan serius menghadapinya, akan tetapi juga diselingi dengan canda dan guyonan (meski aku juga jadi bahannya, gak kasihan sama gue?!).
            Misalnya untuk tadi sore aja, aku kira tadi tidak hanya belajar bareng tetapi juga mengerjakan tugas UAS bareng. Selain itu tadi juga mengerjakan kisi-kisi UAS yang buat ujian besuk pagi (semoga tidak ada dosen ku yang membaca tulisan ini, semoga!!). dan anehnya lagi kayaknya tadi itu juga kegiatan makan bareng, ya karena tadi itu banyak yang pesen makanan (kayak dihotel gitulah) dan yang jadi korban membeli makanan itu si toni dan fano. Ya mereka mau aja (soalnya ini orang juga kelaparan). Kegiatan ini termasuk memborosi kantong juga (meski aku gak ikut bayar, tapi ikut icip2), tapi enak juga ya bisa icip-icip yang beli batagor, yang beli cimol, yang beli gorengan, atau yang beli pangsit.
            Tidak itu juga, forum ini juga diselingi gojekkan. Dan parahnya lagi, yang nulis ini juga kena tau gak!! Heran gue, emang aku ini item banget apa ya?? Aku ini coklat, bukan item (membela diri). Kalian gak kasihan sama gue??
Ya meski terus dijadikan bahan gojekkan, tetapi aku juga gak mau kalah lah. Mending pulang aku kalo gak bisa membalas. Enggar sama Fano itu yang sering aku balas, kalo enggar ngejek aku langsung aku balas kalo dia mirip badak atau truk tronton. Ya karena badannya paling gemuk diantara semua cowok IPI A, dan buat fano aku balasnya ada cahaya yang sangat silau gitu. Kenapa aku ngejek guitu?? Ya katanya Enggar dia itu mirip kipli, pasti tau kan kipli itu gimana anaknya!! Akan tetapi, Toni juga tidak ketinggalan buat ikut ngejek aku juga tapi aku juga tidak akan lari begitu saja. aku balas mengejek mereka dengan 2 angka saja, cukup 89 saja maka dia akan diam. Kenapa aku mengejek dengan angka begitu?? Dia itu kelahiran tahun 1989 man, paling tua dia (selain Padhe Juna). Harusnya dia itu pantesnya nikah aja, udah tua gitu rambut juga udah ada yang putih gitu (kayaknya). Akan tetapi masih ada juga si Triyanto, sulit buat ku untuk membalasnya karena gak ada bahan buat dia itu paling-paling Cuma tak kerjain aja dia buat membalas.
            Ya semua itu hanya untuk gojekkan saja, ya meski kadang jengkel juga aku tapi biarlah semua aku anggap Cuma justkidd. Asalkan tidak diluar batas aja ngejeknya, semua orang kan tentu ada batas kesabaran.
Dan untuk BAKPIA, semoga tetap awet dan berjalan sampai kita lulus bareng-bareng..amin!! dan dengan adanya SI BAKPIA, edisi lancar kuliah dan ujian bisa berhasil tentu semua harus didukung dengan kekompakkan bersama.

HIDUP BAKPIA

0 Response to "Kekompakkan Yang Harus Diawetkan"

Posting Komentar